Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menakar Peluang IPO Lavender Bina, Calon Emiten Bimbel Asal Depok

PT Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) masuk dalam proses penawaran umum saham alias initial public offering (IPO) antara 2 sampai 4 Januari 2023.
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) masuk dalam proses penawaran umum saham alias initial public offering (IPO) antara 2 sampai 4 Januari 2023.

Emiten berkode saham BMBL akan melepas sebanyak 280.000.000 saham baru pada 2-4 Januari 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten jasa pendidikan ini akan menggunakan hasil IPO, untuk modal kerja berupa biaya pemasaran, biaya training dan biaya konsultan pengembangan sebanyak 25 persen.

Kemudian 75 persen akan digunakan untuk capital expenditure (capex) berupa pelunasan pembelian apartemen dan bangunan, pembelian ruang kantor, penambahan ruang kelas, renovasi kantor dan ruang kelas, renovasi bangunan dan apartemen, dan pengembangan kanal pembelajaran digital.

Direktur Utama emiten berkode saham BMBL Galih Pandekar mengungkapkan perseroan akan menjadi perusahaan bimbingan belajar pertama yang melantai di bursa. Menurutnya, kehadiran Lavender di pasar saham akan mendapatkan antusias dari investor.

Galih meyakini prospek pasar di dunia pendidikan masih terbuka sangat lebar. Apalagi, sektor ini juga mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Terbukti dari alokasi anggaran pendidikan pada APBN 2023 yang mencapai Rp 608 triliun.

"Dengan dana sebesar ini tentu prospek yang potensial yang dimiliki kami. Begitu pula dengan dunia bimbingan belajar dan konseling saat ini sedang booming didasari oleh kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kuliah di kampus ternama,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (2/1/2023).

Menurutnya  persaingan yang ketat untuk masuk ke perguruan tinggi memberikan peluang buat lembaga bimbingan belajar dan konseling dalam mendapatkan siswa. Galih menjelaskan masih ada potensi besar di sektor ini adalah pangsa pasarnya masih terbuka lebar.

Menurutnya, belum banyak perusahaan yang bergerak di sektor pendidikan khususnya bimbingan belajar, apalagi sampai melantai di bursa.

"Sehingga persaingan tidak terlalu ketat. Lavender termasuk perusahaan yang sehat dari segi keuangan dan pendanaan. Dengan melakukan IPO, cash flow Lavender menjadi lancar, rasio hutang juga menjadi rendah dibawah 5 persen. Saat ini perusahaan masih belum ada pinjaman jangka panjang sehingga jika nanti perusahaan berencana melakukan ekspansi, maka banyak pilihan pendanaan yang bisa perusahaan lakukan," tuturnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper