Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bitcoin Terus Menguat Tembus Rp1,07 Miliar, Selangkah Lagi All Time High!

Harga Bitcoin berada di level US$66.756,03, menguat 5,3% dan sempat menyentuh level US68.762,25 dalam 24 jam terakhir.
Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Ilustrasi Bitcoin. Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin terus menanjak hingga level US$68.000 atau sekitar Rp1,07 miliar dan nyaris menembus level tertinggi sepanjang masa pada hari ini, Selasa (5/3/2024).

Berdasarkan data Coingecko pukul 12.55 WIB, harga Bitcoin berada di level US$66.756,03, menguat 5,3% dan sempat menyentuh level US68.762,25 dalam 24 jam terakhir.

Adapun berdasarkan data platform perdagangan kripto Indodax, Bitcoin terpantau berada di levefl Rp1,057 miliar pada pukul 13.02 WIB dan sempat menyentuh Rp1,087 hari ini.

Bitcoin terus mengintai level tertinggi sepanjang masa di level US$69.044,77 yang dicapai pada November 2021, berdasarkan data Coingecko. Bitcoin telah naik 50% tahun ini dan sebagian besar kenaikannya terjadi dalam beberapa pekan terakhir ketika arus modal masuk ke ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS melonjak.

Otoritas bursa AS menyetujui perdagangan ETF Bitcoin spot pada awal tahun ini. Peluncurannya membuka jalan bagi investor besar baru dan telah menghidupkan kembali antusiasme dan momentum yang mengingatkan pada kenaikan hingga mencapai rekor pada tahun 2021.

"Ini adalah crypto mania 4.0, dan saya pikir jika kita terus melihat volatilitas obligasi dan suku bunga yang cukup rendah, hal ini dapat terus berlanjut. Pasti ada sesuatu yang tidak rasional yang merayap ke pasar," kata analis pasar senior Capital.com Kyle Rodda seperti dikutip Reuters, Selasa (5/3/2024).

Arus modal bersih ke dalam 10 ETF Bitcoin spot terbesar di AS mencapai US$2,17 miliar dalam sepekan hingga 1 Maret 2024, dengan lebih dari setengahnya masuk ke dalam iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, menurut data LSEG.

Analis pasar IG Tony Sycamore mengatakan nafsu untuk mendapatkan eksposur ke Bitcoin mencapai tingkat yang tak terpuaskan saat ini.

"Meskipun Bitcoin jenuh beli dalam jangka pendek, pergerakannya masih jauh dari selesai, dan penurunan akan didukung dengan baik dengan pergerakan menuju US$80.000 bukan tidak mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, crypto Ethereum juga ikut menguat karena spekulasi bahwa aset kripto terbesar kedua ini juga akan segera memiliki ETF yang mendorong arus modal masuk. Ethereum menguat lebih dari 50% sepanjang tahun ini dan terakhir berada di US$3.649.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper