Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deretan Saham yang Melonjak saat IHSG Anjlok 7 Persen

Selama sepekan terakhir IHSG terdepresiasi 7,05 persen menjadi 5.862. Adapun, IHSG melemah selama 7 hari terakhir dan terlempar dari level psikologis 6.000.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 30 Januari 2021  |  08:26 WIB
Karyawan berjalan melintasi layar informasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan
Karyawan berjalan melintasi layar informasi Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada akhir pekan, terdapat 7 saham yang mengalami kenaikan signifikan di atas 25 persen dan masuk jajaran top gainers.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada periode 25—29 Januari 2021, dalam sepekan saham PT Global Teleshop Tbk. (GLOB) melambung 55,56 persen menjadi Rp420.

Adapun saham GLOB semapat dua kali mendapat pemberhentian sementara atau suspensi saham yaitu pada 22 Januari 2021 dan 27 Januari 2021.

Suspensi atas saham GLOB dilakukan agar investor mempertimbangkan kembali keputusan untuk berinvestasi di saham GLOB karena mengalami pergerakan harga yang tidak wajar.

Selanjutnya saham anyar PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) mengikuti penguatan dengan lonjakan harga 49,58 persen menjadi Rp7.150 per saham.

Tak mau kalah, saham PT Trimitra Propertindo Tbk. (ATAP) naik 36,84 persen dan saham PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) menguat 29,41 persen.

Selanjutnya saham emiten semen yang siap kedatangan investor asal Jepang yaitu PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) melesat 27,17 persen menjadi Rp1.755.

Sementara itu, selama sepekan terakhir IHSG terdepresiasi 7,05 persen menjadi 5.862. Adapun, IHSG melemah selama 7 hari terakhir dan terlempar dari level psikologis 6.000.

Indeks terakhir kali ditutup di zona hijau pada 20 Januari 2020. Saat itu, indeks ditutup di level 6.429,75. Apabila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2020, IHSG turun 1,95 persen. Maka pupus sudah harapan ada January Effect di 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI top gainers
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top