Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Menguat 0,29% ke 6.606, Saham DCII, BREN & UNVR Tancap Gas

IHSG ditutup menguat 0,29% menuju level 6.606,18 pada perdagangan Rabu (26/2/2025). Kenaikan ini sejalan dengan penguatan saham DCII, BREN, dan UNVR.
Pengunjung beraktivitas di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (10/1/2025)./JIBI/Bisnis/Abdurachman
Pengunjung beraktivitas di main hall Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (10/1/2025)./JIBI/Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya rebound menuju level 6.606,18 pada perdagangan Rabu (26/2/2025). Kenaikan ini sejalan dengan penguatan saham DCII, BREN, dan UNVR.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 0,29% atau 19,09 poin menuju 6.606,18 hingga akhir perdagangan. Sepanjang hari ini, IHSG dibuka pada level 6.587,09 dan sempat bergerak ke posisi tertingginya 6.682,87.

Tercatat, sebanyak 253 saham menguat, 383 saham menurun, dan 319 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp11.426 triliun.

Dari jajaran saham berkapitalisasi jumbo, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menguat sebesar 4,90% menuju level Rp6.425 per saham. Kenaikan ini usai Prajogo Pangestu memboron 1,5 juta saham BREN pada perdagangan kemarin.

Sementara itu, saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) melonjak hingga mentok batas atas usai disuspensi BEI. Pada perdagangan hari ini, emiten milik Toto Sugiri dan Anthoni Salim itu meningkat 19,99% menuju level Rp116.125 per saham.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga tak mau ketinggalan. Emiten consumer goods ini menorehkan kenaikan 4,35% menuju level Rp1.200, mengakhiri reli penurunan harga selama lima hari terakhir.

Secara sektoral, penguatan indeks komposit ditopang oleh indeks saham teknologi yang membukukan kenaikan sebesar 8,72%. Di sisi lain, indeks saham konsumer siklikal menguat 0,45% dan indeks kesehatan naik 0,43%.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menuturkan IHSG sempat parkir di zona merah dengan koreksi 0,36% ke level 6.562,89 pada sesi pertama.

Dia menyatakan bahwa secara teknikal, terdapat pelebaran negative slope pada MACD seiring indikator Stochastic RSI yang bergerak turun dari overbought area.

Selain itu, terkait dengan sentimen isu dalam negeri, Valdy memandang peluncuran Danantara masih direspon beragam oleh pelaku pasar secara umum.

“Pasar masih dipengaruhi oleh isu-isu negatif yang berkembang mengenai pengelolaan dan kinerja sovereign wealth fund [SWF] di beberapa negara tetangga,” ujarnya dalam publikasi riset harian.

Menurutnya, pemerintah dan Danantara perlu melakukan sosialisasi secara lebih masif kepada pelaku pasar guna meredam kekhawatiran yang ada.

__________ 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper