Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Debat Cawapres, IHSG Ditutup Tembus Rekor Tertinggi 2023

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan level tertinggi sepanjang 2023 menjelang Debat Cawapres.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus rekor tertinggi di level 7.248 menjelang debat cawapres malam nanti, Jumat (22/12/2023).

Indeks komposit sempat menyentuh level tertingginya sepanjang tahun di 7.248 sebelum menutup perdagangan hari ini, Jumat (22/12/2023) di level 7.237,51.

Berdasarkan data RTI pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup menguat 0,39% atau naik 27,9 poin ke posisi 7.237,51 pada akhir perdagangan. Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 7.218—7.248.

Kapitalisasi pasar IHSG tercatat di level Rp11.680 triliun. Terdapat 267 saham menguat, 253 saham berakhir di zona merah, dan 237 saham stagnan.

Di jajaran emiten berkapitalisasi besar, pelemahan terutama pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menguat 1,79% atau 100 poin ke harga Rp5.675.

Selain BBRI, saham PT Amman Minerals International Tbk. (AMMN) juga ditutup menguat 5,16% ke harga Rp6.625 dan juga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,94% ke level Rp5.250 per saham. 

Sementara itu, saham BBCA, ASII, hingga BMRI ditutup bergerak stagnan hari ini. Akan tetapi, saham-saham seperti BRPT dan GOTO ditutup pada zona merah dengan melemah masing-masing 4,41% dan 2,27%.

Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG dan Bursa Asia bergerak menguat karena data ekonomi AS yang baru memicu ekspektasi bagi The Fed untuk memulai membuka ruang untuk  memotong suku bunga. 

Hal ini di latar belakangi reaksi pasar sehubungan dengan data menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Amerika meningkat 4,9% secara tahunan pada kuartal terakhir. Sehingga ini memicu pelaku pasar memiliki ekspektasi rilis data PDB AS bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Maret tahun depan. 

Merujuk FedWatch Tool CME Group probabilitas pemangkasan suku bunga acuan sebesar 71,3%. 

Sementara itu, dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) secara mengungkapkan memiliki ruang untuk menurunkan BI Rate pada semester II/2024. Pasar memandang rencana BI tersebut tentunya seiring dengan potensi kemungkinan penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS). 

Namun, pasar berharap BI dapat melakukan pemotongan suku bunga secara hati-hati ditengah ketidakpasatian yang masih tinggi, meskipun The Fed Amerika Serikat (AS) akan menurunkan suku bunganya. 

---------------

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper