Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indocement (INTP) Sebut Realisasi Buyback Saham Tembus Rp2,7 Triliun

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) melaporkan telah melakukan pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp2,7 triliun.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 30 Maret 2023  |  18:38 WIB
Indocement (INTP) Sebut Realisasi Buyback Saham Tembus Rp2,7 Triliun
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) melaporkan telah melakukan pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp2,7 triliun. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen Semen Tiga Roda, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) melaporkan telah melakukan pembelian kembali saham atau buyback hingga Rp2,7 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 6,8 persen dari total saham yang beredar.

Direktur INTP David Jonathan Clarke mengatakan aksi buyback dilakukan perseroan lantaran harga saham yang terlampau rendah pada 2021. INTP lantas melakukan aksi buyback yang berlangsung sejak 2021 dan berakhir pada Desember 2022.

“Waktu itu kami melihat bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli kembali saham itu. Jadi, itu adalah sesuatu yang kami lakukan di akhir 2021 dan kemudian meneruskannya pada 2022,” ujar David dalam paparan publik, Kamis (30/3/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan arus kas INTP merosot dari Rp6,14 pada akhir 2021. Setelah terjadi penurunan yang sangat drastis dan naik kembali pada Rp4,52 triliun.

Adapun menilik laporan keuangan per 31 Desember 2022, kas dan setara kas akhir periode INTP terjadi penurunan 26,3 persen dari Rp6,14 triliun menjadi Rp4,52 triliun.

Latar belakang aksi buyback adalah karena adanya kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan sehingga INTP harus memperpanjang periode pelaksanaan buyback. Kondisi konflik Rusia-Ukraina juga disebut berdampak pada harga saham sehingga terdapat perpanjangan buyback.

“Anda bisa melihat sekarang tingkat kas kami sangat bagus dan kami cukup nyaman dengan itu,” tuturnya.

Dia menyebut INTP belum memiliki rencana untuk melanjutkan aksi buyback pada 2023. Namun, kinerja saham INTP masih terus dipantau oleh manajemen.

Selain itu, masih terdapat beberapa aspek dari kebutuhan finansial untuk beberapa proyek di 2023. Dia lantas mengatakan rencana buyback akan bergantung pada arus kas saat ini.’’

Sebelumnya, INTP berencana melakukan buyback saham maksimal Rp3 triliun dengan jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak melebihi 20 persen dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen dari modal disetor perseroan.

Buyback saham rencananya akan menggunakan dana dari kas internal, karena saat itu INTP memiliki permodalan dan arus kas yang baik dan cukup untuk membiayai seluruh kegiatan usaha dan operasional belanja modal perseroan.

Adapun hingga akhir Desember 2022, INTP mencatatkan jumlah aset senilai Rp25,7 triliun. Aset tersebut turun dari Rp26,13 triliun pada akhir Desember 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement indocement tunggal prakarsa intp Buyback buyback saham
Editor : Hafiyyan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top