Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat Incar IPO 1,2 Triliun, Widodo Makmur Unggas Hanya Lepas Seperempatnya

Padahal, WMU berpotensi menjadi emiten kedua di mampu mendapat dana segara dalam jumlah besar tahun ini menyusul PT FAP Agri Tbk.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  10:54 WIB
Salah satu proses mengolah daging di pabrik PT Widodo Makmur Unggas. Istimewa
Salah satu proses mengolah daging di pabrik PT Widodo Makmur Unggas. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Calon emiten baru PT Widodo Makmur Unggas Tbk. resmi mengeluarkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di bursa dengan menawarkan 1,94 miliar lembar saham senilai Rp349,41 miliar.

Jumlah tersebut lebih rendah dari perkiraan awal dana segar yang terkumpul antara Rp841 miliar hingga Rp1,2 triliun. Padahal, WMU berpotensi menjadi emiten kedua di mampu mendapat dana segara dalam jumlah besar tahun ini menyusul PT FAP Agri Tbk.

Sebelumnya WMU memproyeksikan akan melepas sebanyak-banyaknya 5,92 miliar saham dengan nilai nominal Rp50 dan setara 35 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Berdasarkan pengumuman perseroan pada Senin (25/1/2021), WMU melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebanyak 1.941.176.500 saham biasa atas nama. Dengan nilai nominal Rp50 setiap saham yang mewakili sebesar 15 persen dana modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO.

"Keseluruhan saham tersebut ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp180 setiap saham, yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan FPPS. Jumlah Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebesar Rp349.411.770 000," ungkap keterangan tertulis, Senin (25/1/2021).

Adapun, setelah IPO nantinya pemegang saham akan terdiri atas PT Widodo Makmur Perkasa 76,5 persen, Warsini memegang 4,25 persen, Wahyu Andi Susilo memegang 4,25 persen, dan publik sebesar 15 persen.

Selain itu, dari total saham yang dilepas ke publik, sebanyak 1,11 persen atau setara 145,58 miliar saham akan ditawarkan kepada karyawannya atau melakukan program employee stock allocation (ESA).

Di luar saham yang ditawarkan ke publik, direksi pun mendapat bagian melalui Management and Employee Stock Option Program (MSOP) sebesar 1 persen atau setara 130,71 miliar lembar saham.

Adapun, masa penawaran umum perdana akan berlangsung pada 25--27 Januari 2021 dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, Komisaris Utama Widodo Makmur Unggas Tumiyana menjelaskan bahwa pihaknya menawarkan harga pelaksanaan penawaran umum perdana akan berada di kisaran Rp142 hingga Rp200.

Widodo Makmur sempat sesumbar saat paparan publik awal Januari 2021 lalu. Perseroan menyebut akan melakukan IPO dengan melepas sebanyak-banyaknya 5.923.076.900 atau 5,92 miliar saham dengan nilai nominal Rp50 dan setara 35 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.

“Kami incar Rp1,2 triliun, ini bukan turun karena kondisi pasar. Sekarang lihat saja, pasar baik-baik saja, cuma kami lebih realistis saja. Pendatang baru, jualan jangan mahal-mahal dulu,” ujar Tumiyana kepada Bisnis, usai paparan publik dan due diligence Widodo Makmur Unggas, Rabu (6/1/2021).

Dia optimistis pasar akan menyerap dengan baik IPO Widodo Makmur Unggas seiring dengan antusiasme investor yang menghadiri paparan publik virtual tersebut hampir mencapai 700 investor segala kalangan.

Pria yang pernah menduduki kursi Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT PP (Persero) Tbk. itu mengaku semangat investor terhadap IPO Widodo Makmur Unggas jauh lebih baik, jika dibandingkan dengan pengalamannya membawa beberapa perusahaan lain melantai bursa.

“Dalam sejarah saya bantu IPO 5 perusahaan, ini yang ke enam dan baru kali ini semangat investor luar biasa,” papar Tumiyana.

Selain itu, Tumiyana pun menilai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk perseroan merealisasikan rencana IPO mengingat tren pergerakan pasar modal pada awal tahun ini cukup kondusif dan cenderung positif.

Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi menjelaskan  bahwa dana segar yang diperoleh dari aksi IPO itu sebagian besar atau sekitar 74,3 persen akan digunakan untuk ekspansi menambah dan memperluas sarana produksi, sedangkan 25,7 persen untuk keperluan modal kerja.

Ekspansi itu untuk membangun fasilitas Breeding PS Farm berlokasi di Yogyakarta, fasilitas Layer Commercial Farm di Klaten, fasilitas Hatchery di Sukabumi, fasilitas Broiler Commercial Farm di Wonogiri, fasilitas Slaughterhouse di Cianjur, dan fasilitas Feedmill di Ngawi.

“Peningkatan kapasitas produksi itu, akan berdampak terhadap  penetrasi pasar yang lebih baik lagi ke depan. Oleh karena itu, kami optimistis dapat meraih kesuksesan IPO di tengah pandemi Covid-19,” ujar Ali.

Adapun, masa penawaran umum saham Widodo Makmur Unggas pada 7 Januari 2021. Tanggal penjatahan 27 Januari 2021, distribusi saham elektronik dan pengembalian uang pemesanan pada 28 Januari 2021. Tanggal pencatatan di BEI pada 29 Januari 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana efek ialah CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Samuel Sekuritas Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

initial public offering calon emiten Widodo Makmur Unggas
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top