Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perkuat Kas, Bumi Serpong Damai (BSDE) Pangkas Capex 50 Persen

PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) mempertimbangkan pemangkasan belanja modal karena menyesuaikan revisi rencana ekspansi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  18:31 WIB
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. - bsdcity.com
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. - bsdcity.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) akan memangkas anggaran belanja modal untuk tahun 2020. Kondisi ketidakpastian akibat virus corona menjadi penyebab utama

Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai Christy Grassela mengatakan, untuk tahun 2020, BSDE telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) di kisaran Rp4 triliun hingga Rp5 triliun.

Namun, pandemi virus corona yang mengganggu kegiatan perusahaan membuat pihaknya berpikir ulang untuk melakukan aktivitas-aktivitas investasi yang telah direncanakan.

"Kondisi saat ini masih penuh ketidakpastian karena pandemi virus corona. Oleh karena itu, kami harus memperkuat posisi modal dan kas perusahaan," jelasnya dalam paparan publik perusahaan pada Jumat (10/7/2020).

Christy melanjutkan, Bumi Serpong Damai tengah mengkaji ulang rencana belanja modal yang sebelumnya telah disiapkan. Ia memperkirakan, total pemangkasan anggaran belanja dapat mencapai 50 persen dari jumlah awal.

Belanja modal yang akan dilakukan BSDE pada tahun ini lebih banyak ditujukan untuk penyelesaian proyek-proyek yang telah dijanjikan kepada kontraktor atau klien perusahaan. Salah satunya adalah pembangunan jalan tol Serpong - Balaraja yang dilakukan bersama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Total dana yang dikeluarkan untuk membangun 5 km pertama dari ruas tol tersebut akan menelan dana Rp700 miliar. Namun, karena pandemi virus corona, progres pengerjaan terhambat dan baru kembali berjalan beberapa waktu lalu.

"Sehingga, kemungkinan capex jalan tol ini juga akan berkurang," ujar Christy.

Pada kuartal I/2020, BSDE mencatatkan penurunan laba bersih hingga 58 persen pada kuartal I/2020. Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan, laba bersih Bumi Serpong Damai mencapai Rp259,64 miliar pada kuartal I/2020. Penurunan laba bersih membuat laba per saham juga menyusut, dari Rp32,56 menjadi Rp13,67.

Secara umum, pendapatan emiten bersandi saham BSDE itu turun 8,23 persen menjadi Rp1,49 triliun per kuartal I/2020. Pendapatan BSDE berasal dari penjualan tanah dan bangunan (Rp1,14 triliun), pendapatan sewa (Rp227,27 miliar), pengelolaan gedung (Rp99,38 miliar), dan lain-lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal emiten properti bumi serpong damai
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top