Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 12 Mei 2020

Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2020) rupiah parkir di level Rp14.895 per dolar AS, menguat 0,168 persen atau 25 poin.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  15:19 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 12 Mei 2020
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah menguat empat perdagangan berturut-turut, nilai tukar rupiah kini berbalik melemah pada perdagangan Selasa (12/5/2020) meskipun dolar AS cenderung melemah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp14.905 per dolar AS, terkoreksi tipis 0,067 persen atau 10 poin. Padahal, indek dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah 0,11 persen ke level 100,128.

Adapun, kinerja rupiah saat ini menjadi kinerja harian terburuk ketiga di antara mata uang Asia lainnya, yaitu di atas won yang melemah 0,365 persen dan dolar Taiwan yang turun 0,197 persen.

Sepanjang tahun berjalan 2020, rupiah telah bergerak melemah 6,97 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pelemahan rupiah kali ini disebabkan oleh respon pasar terhadap proyeksi jumlah pengangguran Indonesia tahun ini yang diprediksi meningkat ke level 12 persen dibandingkan dengan tahun lalu di kisaran 9,75 persen.

Namun, pemerintah Indonesia telah merespon proyeksi itu dengan rencana menggelontorkan stimulus baru akibat pandemi Covid-19 itu.

Selain itu, saat ini pasar juga cemas dengan perkembangan dialog antara AS dan China, serta risiko kembali terjadinya perang dagang antara dua negera ekonomi terbesar di dunia itu.

Kekhawatiran pasar terhadap gelombang kedua penyebaran Covid-19 di beberapa negara juga telah menjadi katalis negatif rupiah. Padahal, dalam beberapa perdagangan sebelumnya rupiah berhasil menguat didukung beberapa negara yang siap untuk melonggarkan kebijakan lockdownnya.

“Dalam perdagangan besok [Rabu 13/5/2020] rupiah kemungkinan bisa berbalik menguat walaupun tipis di kisaran level Rp14.810-Rp14.550 per dolar AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (11/5/2020).

15:05 WIB

Kurs Rupiah Ditutup Melemah 10 Poin

Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir melemah 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.905 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun 0,08 persen atau 0,077 poin ke posisi 100,159.

14:33 WIB

Pukul 14.26 WIB: Kurs Rupiah Melemah 20 Poin

Nilai tukar rupiah melemah 20 poin atau 0,13 persen ke level Rp14.915 per dolar AS, saat indeks dolar AS turun tipis 0,08 persen atau 0,081 poin ke posisi 100,155.

11:44 WIB

Pukul 11.22 WIB: Rupiah Melemah 65 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 65 poin atau 0,44 persen ke level Rp14.960 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,04 persen atau 0,043 poin ke level 100,279 pada pukul 11.30 WIB.

10:09 WIB

Pukul 09.56 WIB: Rupiah Melemah 70 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 70 poin atau 0,47 persen ke level Rp14.965 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,06 persen atau 0,062 poin ke level 100,298 pada pukul 09.56 WIB.

09:05 WIB

Pukul 09.02 WIB: Rupiah Dibuka Melemah 44 Poin

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 44 poin atau 0,29 persen ke level Rp14.939 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,14 persen atau 0,143 poin ke level 100,379 pada pukul 08.47 WIB.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top