Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Kembali ke Area Rp14.800-an, Tetap Perkasa Saat Dolar Menguat

Pada perdagangan Senin (11/5/2020) nilai tukar rupiah berakhir menguat 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.895 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik 0,15 persen atau 0,153 poin ke posisi 99,887.
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis,com, JAKARTA – Mata uang rupiah kembali menguat pada perdagangan Senin (11/5/2020) seiring dengan upaya penstabilan nilai tukar domestik.

Mengutip data Bloomberg, pada perdagangan Senin (11/5/2020) nilai tukar rupiah berakhir menguat 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.895 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik 0,15 persen atau 0,153 poin ke posisi 99,887.

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.936 per dolar AS, menguat 73 poin atau 0,49 persen dari posisi Rp15.009 pada Jumat (8/5/2020).

Dalam konferensi pers bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Senin (11/5/2020), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan BI terus melakukan berbagai upaya stabilisasi dan penguatan rupiah.

Langkah itu ditempuh melalui peningkatan intensitas kebijakan intervensi baik di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian SBN dari pasar sekunder. Kebijakan ini didukung oleh cadangan devisa yang lebih dari cukup.

Bank Indonesia juga telah menjalin kerja sama bilateral swap dan repo line dengan sejumlah bank sentral negara lain, termasuk dengan bank sentral Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Alhamdulillah, dengan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar yang ditempuh tersebut, nilai tukar rupiah bergerak menguat dari yang semula hampir menyentuh Rp17.000 per dolar AS menjadi di bawah Rp15.000 per dolar AS saat ini,” paparnya.

Rupiah Kembali ke Area Rp14.800-an, Tetap Perkasa Saat Dolar Menguat

Bank Indonesia meyakini bahwa tingkat nilai tukar rupiah saat ini secara fundamental masih undervalued dan ke depan akan bergerak stabil dan cenderung menguat.

Di sisi lain, sambung Perry, Bank Indonesia terus memperluas instrumen dan transaksi di pasar uang dan pasar valas.

Hal ini ditempuh antara lain dengan menyediakan lebih banyak instrumen lindung nilai terhadap risiko nilai tukar rupiah melalui transaksi DNDF, memperbanyak transaksi swap valas, dan penyediaan term repo untuk kebutuhan perbankan.

Tabel Pergerakan Mata Uang Asia Pasifik, Senin (11/5/2020)

CurrencyValueChangeNet ChangeTime (EDT)
107.26000.6100+0.57%5:16 AM
116.01000.5100+0.44%5:16 AM
13.83850.0738+0.54%5:16 AM
7.7507-0.0013-0.02%5:15 AM
1.41510.0022+0.16%5:16 AM
69.83200.1490+0.21%5:16 AM
0.6510-0.0022-0.34%5:16 AM
0.6099-0.0037-0.60%5:16 AM
29.8340-0.0530-0.18%3:59 AM
1,220.50000.6500+0.05%2:29 AM
50.3230-0.1120-0.22%1:59 AM
14,895.0000-25.0000-0.17%3:57 AM
75.73750.1850+0.24%4:29 AM
7.08720.0130+0.18%5:16 AM
4.33400.0102+0.24%5/8/2020
32.1540-0.0480-0.15%5:15 AM
4.0408-0.0237-0.58%5:15 AM

Sumber: Bloomberg

Sementara itu, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan pasar merespon positif rencana beberapa negara untuk membuka lockdown. California, Michigan, dan Ohio, tiga negara bagian penting untuk manufaktur AS, mengambil langkah-langkah untuk memungkinkan pabrik dan beberapa bisnis melanjutkan pekerjaan.

Banyak negara Eropa lainnya, seperti Denmark, Norwegia, Spanyol, Italia, dan Jerman, juga telah memulai atau berencana untuk mengangkat langkah-langkah penguncian, dan bahkan Inggris, yang sekarang merupakan negara yang paling terpukul di Eropa dalam hal kematian, mengumumkan rencana tentatif untuk mengurangi sosial distancing.

Namun, jumlah klaim pengangguran AS sejak akhir Maret melonjak di atas 30 juta minggu lalu, dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin memperingatkan semalam bahwa tingkat pengangguran AS sudah bisa mencapai 25 persen, bukan 14,7 persen yang tercatat dalam rilis pekerjaan resmi Jumat untuk April.

Dari sisi internal, Bank Indonesia terus berupaya untuk menstabilkan mata uang garuda yang dalam bulan-bulan terakhir ini masih bergerak tidak jauh dari Rp15.000 per dolar AS.

Otoritas juga mengendalikan inflasi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah termasuk OJK dan LPS untuk menentukan bauran kebijakan demi menjaga kedaulatan ekonomi.

“Salah satu bauran kebijakan yang sudah dijalankan adalah penurunan suku bunga dan menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali,” paparnya.

Ibrahim memprediksi dalam perdagangan besok, Selasa (12/5/2020) rupiah kemungkinan akan menguat di level Rp14.795 – Rp15.050 per dolar AS.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
11 MeiRp14.936
8 MeiRp15.009
6 MeiRp15.127
5 MeiRp15.104
4 MeiRp15.073

Sumber: Bank Indonesia

Menurutnya, untuk menggerakan sistem keuangan maka pemerintah harus berani melakukan pelonggaran PSBB di awal Juni 2020.

Oleh karena itu, pemerintah setiap minggu akan melakukan evaluasi kebijakan pemulihan ekonomi agar strategi bauran yang sudah diterapkan dapat dinilai bisa berjalan sesuai rencana atau melencengg.

“Di sinilah pemerintah harus bisa menjelaskan tentang kondisi yang sebenarnya terhadap pasar sehingga pasar kembali percaya,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper