Bisnis.com, JAKARTA – Emiten grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menyampaikan telah menambang sebanyak 21,5 juta batu bara selama 2 bulan pertama 2025 melalui anak usahanya PT Pamapersada Nusantara.
Dalam laporan bulanannya, UNTR mencatatkan produksi batu bara sebesar 21,5 juta ton pada 2 bulan 2025, dengan overburden removal atau pengupasan lapisan tanah sebesar 168,3 juta.
Produksi batu bara klien Pamapersada Nusantara ini naik 3,18% secara tahunan dari sebelumnya sebesar 20,7 juta ton pada periode yang sama tahun 2024.
Sementara itu, penjualan batu bara UNTR melalui PT Tuah Turangga Agung juga tercatat naik menjadi 2,85 juta ton sampai Februari 2025, dari sebelumnya 2,67 juta ton pada periode yang sama tahun 2024. Penjualan ini naik 6,77% secara tahunan.
Sebelumnya, Presiden Direktur UNTR Frans Kesuma dalam laporan tahunan UNTR mengatakan bahwa penurunan harga batu bara global sejak awal 2024 berdampak pada penurunan pendapatan perusahaan batu bara, termasuk Turangga Resources.
Frans menyebut, harga batu bara termal cenderung bergerak dengan tren menurun sepanjang 2024. Harga rata-rata batu bara acuan Global Coal Newcastle Index (GCNI) mengalami penurunan 18%, dari kisaran US$149 per ton pada bulan Januari 2024 menjadi US$122 per ton pada bulan Desember tahun 2024.
Baca Juga
Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan global akibat perlambatan ekonomi di China dan India, yang mengurangi konsumsi batu bara untuk industri dan pembangkit listrik. Selain itu, tingginya stok batu bara akibat oversupply dari produksi Australia dan Indonesia juga menekan harga.
Pada 2024, Turangga Resources membukukan volume penjualan batu bara sebesar 13,1 juta ton, naik 11% dibandingkan 11,8 juta ton pada tahun 2023.
Sementara itu, sepanjang 2024, PAMA mencatat peningkatan volume pemindahan tanah sebesar 5% dari 1,15 miliar bank cubic meter (bcm) pada tahun 2023 menjadi 1,21 miliar bcm. Produksi batu bara untuk client naik 15% dari 129 juta ton menjadi 148 juta ton.