Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

United Tractors (UNTR) Jual 971 Komatsu sampai Februari 2025

United Tractors (UNTR) menyampaikan menjual sebanyak 971 unit alat berat Komatsu pada Januari hingga Februari 2025.
Alat berat Komatsu yang dipasarkan PT United Tractors Tbk. (UNTR) di area pertambangan./Bisnis
Alat berat Komatsu yang dipasarkan PT United Tractors Tbk. (UNTR) di area pertambangan./Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR) mencatatkan volume penjualan alat berat dengan merek Komatsu sebanyak 971 unit sepanjang Januari—Februari 2025.

Berdasarkan laporan operasional bulanan, penjualan alat berat UNTR itu naik 17,69% dibanding realisasi dua bulan 2024 sebanyak 825 unit.

Jumlah itu terdiri atas penjualan Komatsu sebanyak 536 unit pada Januari, dan 435 unit pada Februari tahun ini.

Penjualan Komatsu UNTR sepanjang tahun berjalan sampai November 2024 didominasi oleh konsumen dari sektor pertambangan 68%. Selain itu, sektor kehutanan sebesar 11%, konstruksi 13%, dan agro sebesar 8%.

Adapun pada bulan Fabruari saja, UNTR menjual sebanyak 435 unit Komatsu. Penjualan tersebut didominasi 63% dari bisnis pertambangan, 16% bisnis konstruksi, 7% bisnis agro, dan 14% bisnis kehutanan.

Sementara itu, pangsa pasar dari Komatsu secara year to date adalah sebesar 26%.

Sebelumnya, sepanjang tahun 2024, UNTR mencatatkan penjualan alat berat sebesar 4.420 unit. Jumlah ini turun 16% secara tahunan dari tahun 2023 sebanyak 5.270 unit.

Presiden Direktur United Tractors Frans Kesuma dalam laporan tahunan UNTR menyampaikan pasar alat berat nasional masih lesu sepanjang 2024. Meskipun Pemilu berjalan aman dan transisi pemerintah lancar, menurutnya industri alat berat belum pulih.

Frans juga menyebut pembangunan infrastruktur, termasuk wilayah IKN yang meliputi pembangunan bandara, jalan raya, jembatan, dan pelabuhan belum memenuhi harapan tumbuhnya permintaan sektor konstruksi.

Adapun di sisi lain, menurut Frans masuknya produk-produk alat berat asal China membuat kompetisi di pasar alat berat semakin ketat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper