Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kendati Jumlah Investor Tumbuh, Nilai Transaksi Aset Kripto Justru Turun

Nilai transaksi kripto di Indonesia pada Januari 2024 tercatat mengalami penurunan sebesar 20,8% secara bulanan (month to month) menjadi Rp21,57 triliun.
Kendati Jumlah Investor Tumbuh, Nilai Transaksi Aset Kripto Justru Turun. Ilustrasi Bitcoin. Reuters
Kendati Jumlah Investor Tumbuh, Nilai Transaksi Aset Kripto Justru Turun. Ilustrasi Bitcoin. Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai transaksi kripto di Indonesia pada Januari 2024 tercatat mengalami penurunan sebesar 20,8% secara bulanan (month to month) menjadi Rp21,57 triliun. Sebelumnya pada Desember 2023 transaksinya menjadi Rp27,25 triliun.

Namun demikian, berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), capaian pada Januari 2024 masih lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama paada 2023.

Pada Januari 2023, nilai transaksi Bitcoin dkk. berada di angka Rp12,14 triliun. Artinya jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun ini, nilai transaksi aset kripto di Indonesia meningkat sebesar 77,7%.

“Penurunan nilai transaksi kripto pada Januari 2024 kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor, seperti koreksi harga Bitcoin dan beberapa aset kripto lainnya, serta situasi makroekonomi global yang tidak menentu,” kata CEO Tokocrypto Yudhono Rawis dalam siaran pers, Kamis (29/2/2024).

Meski begitu, harga Bitcoin yang naik pada Februari membuat para investor cenderung lebih aktif dalam transaksi jual maupun beli sehingga dapat menopang nilai transaksi kripto. 

Di sisi lain, Bappebti mencatat jumlah investor kripto di Indonesia mengalami kenaikan 1,73% menjadi 18,83 juta orang pada Januari 2024. Jika dibandingkan Januari 2023, pertumbuhan investor kripto sebesar 11,7%.

Yudhono mengatakan pertumbuhan investor kripto di Indonesia menunjukkan tingginya kesadaran dan minat masyarakat terhadap aset digital.

“Di platform Tokocrypto, terjadi peningkatan signifikan jumlah pengguna baru, yang sejalan dengan kenaikan harga Bitcoin. Hal ini mencerminkan antusiasme yang meningkat dari masyarakat terhadap investasi kripto,” kata Yudhono

Yudhono menambahkan, edukasi dan literasi yang dilakukan Bappebti dan platform perdagangan aset kripto lainnya, perkembangan teknologi blockchain, dan regulasi yang semakin jelas menjadi faktor tumbuhnya investor kripto di Tanah Air.

“Diharapkan ke depannya, pemerintah dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri, untuk menciptakan ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Yudhono. (Chatarina Ivanka)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper