Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelayaran Kurnia (KLAS) Kaji Kenaikan Tarif Imbas Konflik Laut Merah

PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk. (KLAS) tengah mengkaji kenaikan tarif jasa angkutan kapal atau freight rate akibat konflik di Laut Merah.
Kapal kargo Galaxy Leader dikawal oleh kapal Houthi di Laut Merah dalam foto yang dirilis 20 November 2023. Media/Handout Militer Houthi via REUTERS GAMBAR INI TELAH DISEDIAKAN OLEH PIHAK KETIGA/File Foto
Kapal kargo Galaxy Leader dikawal oleh kapal Houthi di Laut Merah dalam foto yang dirilis 20 November 2023. Media/Handout Militer Houthi via REUTERS GAMBAR INI TELAH DISEDIAKAN OLEH PIHAK KETIGA/File Foto

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkapalan, PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk. (KLAS) tengah mengkaji kenaikan tarif jasa angkutan kapal atau freight rate di tengah gejolak konflik Laut Merah di Timur Tengah.

Direktur Utama KLAS Kurnyatjan Sakti Efendie mengatakan, saat ini perseroan memiliki tarif tetap atau fixed rate berdasarkan kontrak yang masih berjalan. Sedangkan untuk kontrak berikutnya, perseroan tengah mengkaji besaran kenaikan tarif.

"Saat ini perseroan masih mengkaji besaran kenaikan freight rate untuk periode kontrak berikutnya," ujar Kurnia kepada Bisnis, Rabu, (17/1/2024).

Perlu diketahui, konflik Laut Merah berpotensi menaikkan biaya kapal (freight reight) serta berpotensi memberikan keuntungan emiten dengan jalur dan rute internasional. Pemicu konfliknya yaitu Amerika Serikat (AS) dan Inggris menggempur Yaman dengan alasan meredam serangan Kelompok Houthi yang belakangan memborbardir kapal di Laut Merah. 

Namun, konflik Laut Merah dapat memicu biaya logistik yang mahal karena angkutan logistik lebih memilih untuk berputar melewati Tanjung Harapan di Afrika Selatan ketimbang melewati Terusan Suez, Mesir. Alhasil, biaya dan waktu pengiriman bertambah, serta harga minyak mentah juga berpotensi mengalami kenaikan.

Seiring dengan dampak konflik tersebut, Kurnia mengatakan perseroan berstrategi dengan menghitung ulang komponen-komponen biaya yang terdampak dari kenaikan komoditas global terutama minyak mentah.

"Kami juga tetap berusaha menambah pelanggan baru guna memperoleh komposisi harga yang maksimal untuk pendapatan perseroan," pungkasnya.

Kendati demikian, perseroan masih ekspansif untuk menambah armada kapal tahun ini. KLAS menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp184,18 miliar pada 2024 untuk membeli beberapa unit kapal baru.

Alokasi belanja modal pada tahun ini naik signifikan dibandingkan serapan capex sepanjang 2023 sebesar Rp48,9 miliar untuk anak usaha KLAS, PT Karya Cipta Lahanindo.

Secara terperinci, dari capex sebesar Rp184,18 miliar tahun ini, sebanyak Rp48,9 miliar akan diambil dari dana hasil initial public offering (IPO), dan Rp135,28 miliar berasal dari pihak ketiga atau bank.

Nantinya, anggaran capex tersebut akan digunakan untuk pembelian aset kapal tunda (tug boat) sebanyak 4 unit dan kapal tongkang sebanyak 4 unit. Ekspansi kapal tersebut diharapkan akan mendorong performa bisnis perseroan. 

Selain itu, KLAS juga akan menggunakan capex untuk menyelesaikan sarana dan prasarana pemurnian pasir milik anak usahanya, PT Karya Cipta Lahanindo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper