Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HK Metals Utama (HKMU) Bukukan Rugi Rp91,48 Miliar Kuartal I/2023

PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) membukukan rugi Rp91,48 miliar pada kuartal I/2023.
Emiten manufaktur yang bergerak di industri besi dan baja, PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) membukukan rugi Rp91,48 miliar pada kuartal I/2023.
Emiten manufaktur yang bergerak di industri besi dan baja, PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) membukukan rugi Rp91,48 miliar pada kuartal I/2023.

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten manufaktur yang bergerak di industri besi dan baja, PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) mencatatkan penurunan kinerja sepanjang tiga bulan pertama 2023. HKMU tercatat membukukan rugi Rp91,48 miliar pada kuartal I/2023.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023, HKMU mencatatkan penjualan sebesar Rp4,20 miliar pada kuartal I/2023. Penjualan ini ambles 96,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp120,49 miliar.

Penjualan HKMU sepanjang tiga bulan pertama 2023 ditopang oleh penjualan di segmen manufaktur yang mencapai Rp4,20 miliar, turun 96,25 persen dibandingkan kuartal I/2022 sebesar Rp112,04 miliar. Penjualan dalam segmen manufaktur ini mencakup penjualan pipa PVC Rp404,11 juta serta toilet dan perlengkapan sanitasi Rp3,80 miliar.

Segmen selanjutnya yakni trading, tercatat nihil atau Rp0. Padahal di kuartal I/2023 segemen ini berkontribusi sebesar Rp8,44 miliar, yang terdiri dari penjualan stainles steel sebesar Rp5,35 miliar dan coil senilai Rp3,09 miliar.

Dengan kinerja penjualan tersebut, laba bruto HKMU tercatat turun 95,5 persen menjadi Rp526,08 juta, dari Rp11,69 miliar secara tahunan (year-on-year/yoy).

HKMU pun mencatatkan peningkatan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp91,48 miliar, meningkat bekali lipat dari rugi Rp13,70 miliar secara tahunan. Meningkatnya rugi bersih perseroan ini disebabkan oleh naiknya beban pendanaan menjadi Rp25,33 miliar, dari Rp7,68 miliar.

Selain itu, beban lain-lain HKMU juga melesat dari Rp12,92 miliar pada kuartal I/2022 menjadi Rp93,03 miliar pada kuartal I/2023.

Adapun hingga akhir Maret 2023, jumlah aset perseroan tercatat turun 17,18 persen menjadi Rp397,70 miliar, dari Rp480,23 miliar di akhir Desember 2022.

Sementara itu, jumlah liabilitas tercatat naik menjadi Rp467,58 miliar per 31 Maret 2023, dari Rp457,71 miliar per 31 Desember 2022. Ekuitas perseroan tercatat minus Rp69,88 miliar pada 3 bulan pertama 2023, dari sebelumnya Rp22,51 miliar di akhir Desember 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ibad Durrohman
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper