OJK Tetapkan Calon Emiten Era Digital Media (AWAN) sebagai Efek Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan calon emiten PT Era Digital Media Tbk. (AWAN) sebagai efek syariah.
Karyawan melintas di depan layar yang menampikan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan layar yang menampikan logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan calon emiten PT Era Digital Media Tbk. (AWAN) yang akan segera IPO ini sebagai efek syariah melalui Keputusan Nomor: KEP-36/D.04/2023.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatid, dan Bursa Karbon OJK Indarto Djajadi mengatakan PT Era Digital Media Tbk. telah menyampaikan pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) kepada OJK pada 22 Desember 2022.

Selanjutnya, regulator menetapkan efek berupa Saham PT Era Digital Media Tbk. sebagai efek syariah dan masuk dalam daftar efek syariah sebagaimana Keputusan DK OJK Nomor KEP-81/D.04/2022 tanggal 23 November 2022 tentang Daftar Efek Syariah.

“Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas pernyataan pendaftaran oleh PT Era Digital Media Tbk.,” kata Inarno dalam pengumuman di laman resmi OJK, dikutip Sabtu (15/4/2023).

Inarno menyampaikan bahwa sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran, serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Kemudian, secara periodik OJK akan melakukan review atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Di samping itu, OJK juga akan melakukan review atas daftar efek syariah apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Sebelumnya, AWAN telah menetapkan harga penawaran umum perdana saham sebesar Rp100 per saham. Mantan promotor Justin Bieber ini merencanakan IPO dengan menawarkan 750 juta saham biasa dengan nominal Rp100 per saham. Saham tersebut mewakili 21,83 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Alhasil, AWAN berpotensi meraup dana segar sebesar Rp75 miliar. Dana segar ini rencananya sebesar 80 persen akan disalurkan AWAN ke PT Era Awan Digital (EAD) dengan rincian sekitar 70 persen digunakan untuk membeli aset berupa 189 server yang akan dilaksanakan pada 2023 dan 2024.  

Kemudian sekitar 30 persen akan digunakan untuk modal kerja EAD, yaitu untuk gaji dan kesejahteraan karyawan, sewa kantor, harga pokok penjualan, kegiatan pemasaran, sertifikasi perusahaan dan pengembangan karyawan, pengembangan produk dan operasional EAD. 

Lalu, sekitar 20 persen akan digunakan AWAN untuk modal kerja, yaitu untuk gaji dan kesejahteraan karyawan, sewa kantor, harga pokok penjualan, kegiatan pemasaran dan pengembangan karyawan.

Sucor Sekuritas dan Samuel Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

CEO Eranyacloud sekaligus Direktur Era Digtal Media Shaane Harjani mengatakan AWAN berfokus terhadap anak usahanya, Eranyacloud. 

Fokus AWAN pada anak usahanya disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan pada Eranyacloud mencapai 300 persen year-on-year (yoy). Melihat hal tersebut, AWAN yakin saat ini merupakan saat yang tepat untuk mengembangkan bisnisnya melalui perusahaan anak, Eranyacloud. 

Shaane Harjani mengatakan pengembangan bisnis tersebut serius dilakukan dengan menopang pendapatan Eranyacloud melalui pembelian 200 hardware baru. 

“Kita targetkan tahun ini dan tahun depan 200 server baru yang meliputi seluruh produk. Produk baru kami ada CPU, content delivery dan storage itu totalnya 200 server,” imbuh Shaane.

Adapun jadwal IPO AWAN adalah:

  • Tanggal Efektif : 10 April 2023
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 12 – 14 April 2023
  • Tanggal Penjatahan : 14 April 2023
  • Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik : 17 April 2023
  • Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 18 April 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper