Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kinerja Saham Paphros (PEHA) Turun, Manajemen Akui Kurang Likuid

Saham Paphros (PEHA) terus mengalami penurunan kinerja, sempat berada di posisi tertinggi di angka Rp2.970 kini berada di level Rp690.
Saham Paphros (PEHA) terus mengalami penurunan kinerja, sempat berada di posisi tertinggi di angka Rp2.970 kini berada di level Rp690. /UGM
Saham Paphros (PEHA) terus mengalami penurunan kinerja, sempat berada di posisi tertinggi di angka Rp2.970 kini berada di level Rp690. /UGM

Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen PT Phapros Tbk. (PEHA) angkat suara mengenai kinerja saham yang semakin anjlok sejak listing di Bursa Efek Indonesia pada 2018 dengan harga IPO Rp1.198. Saat ini, saham PEHA dapat ditebus hanya dengan harga Rp690 per lembar.

Corporate Secretary PEHA Zahmilia Akbar mengakui jika saham perseroan yang dipimpinnya merupakan saham yang tidak likuid. Situasi tersebut telah disadari PEHA sejak awal karena beberapa faktor termasuk anggapan investor PEHA pasif.

“Saat listing kita hanya IPO tidak dibarengi dengan aksi rights issue, makanya memang saham yang beredar segitu segitu aja. PEHA kan dari awal berdiri sudah jadi Tbk. namun non-listed, jadi dari awal kita memang sudah membagi-bagi saham ke tenaga medis, dokter gitu,” katanya menjawab pertanyaan Bisnis, Selasa (27/12/2022).

Berdasarkan data Bloomberg, per 28 Desember 2022, saham PEHA teah turun 37,56 persen secara year to date. Akumulasi harga saham PEHA juga turun 46,30 persen dalam 3 tahu terakhir.

Sejak IPO, PEHA pernah mecicipi posisi tertinggi dimana investor perlu merogoh kocek Rp2.970 untuk mendapatkan satu lembar saham. Namun, saat ini investor hanya perlu Rp690 untuk menebus satu lembar saham PEHA.

Manajemen PEHA juga mengakui jika saham PEHA tidak likuid akibat beberapa faktor seperti jumlah saham yang beredar sedikit serta investor yang dianggap pasif.

“Yang ada saat ini adalah pemegang saham kita adalah sebelum listing. Di mana mereka adalah rata-rata pewaris dari tenaga kesehatan atau dokter-dokter yang sebelumnya kita bagi-bagikan sahamnya di mana mereka-mereka Ini bukan merupakan pelaku atau pemegang saham yang aktif,” lanjut Zahmilia.

Meski demikian, pihak PEHA mengakui bahwa saat ini fokus mereka bukan memperbaiki kinerja saham tetapi kineja fundamental perusahaan.

“Saham kita itu sifatnya non likuid. Untuk strateginya kita akan melakukan berbagai strategi namun sebenarnya kinerja fundamental perusahaan yang paling penting. Dimana orang-orang akan melihat kinerja perusahaan fundamentalnya terlebih dahulu,” imbuhnya.

Zahmilia mengatakan jika kinerja fundamental menjadi fokus perusahaan dengan beberapa langkah salah satunya menyusun strategi pengadaan bahan baku impor secara jangka panjang dan rebranding produk lama serta mencoba mengembangkan alat kesehatan tulang dan gigi untuk 2023.

“itu semua tentu sebagai strategi di 2023, untuk mencapai target perseroan dan memitigasi ancaman-ancaman produksi obat mulai dari bahan baku dan isu-isu seperti kemarin (isu obat sirup penyebab gagal ginjal),” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper