Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Blibli IPO Besok, Bagaimana Performa Anak Usaha Grup Djarum Ini?

Perusahaan entitas Djarum PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli akan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 07 November 2022  |  18:10 WIB
Blibli IPO Besok, Bagaimana Performa Anak Usaha Grup Djarum Ini?
Dari kiri: Direktur Investment Banking BRI Danareksa Sekuritas Kevin Praharyawan, Chief Financial Officer (CFO) Tiket.com Ronald Winardi, Chief Executive Officer (CEO) Tiket.com George Hendrata, Direktur Utama PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) Kusumo Martanto, Direktur BELI Hendry, Direktur BELI Eric Alamsjah Winarta, Presiden Direktur BCA Sekuritas Mardy Sutanto, dan Investor Relations BELI Nathaniel Nadlo Widjaja dalam paparan publik BELI, di Jakarta, Selasa (18/10 - 2022).\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan entitas Djarum PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli akan melakukan pencatatan saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) besok, Selasa (8/11/2022).

Sebagaimana diketahui, Blibli melakukan penawaran umum pada 2-4 November 2022. Penjatahan akan dilakukan pada 4 November 2022, distribusi pada 7 November 2022, dan tanggal pencatatan di BEI adalah pada 8 November 2022.

BELI menawarkan sebanyak 17,7 miliar sahamnya dengan harga sebesar Rp450 per saham. Dengan demikian, BELI bakal meraup dana hasil penawaran umum mencapai Rp7,99 triliun.

Dana hasil penawaran umum tersebut, rencananya sebanyak Rp5,5 triliun akan digunakan Blibli untuk melunasi utang kepada PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp2,75 triliun, dan ke PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) senilai Rp2,75 triliun.

Sementara itu, sisa dana IPO akan digunakan Blibli dan entitas anak sebagai modal kerja untuk mendukung kegiatan usaha utama dan pengembangan usaha perseroan. Rinciannya, sekitar 57 persen digunakan oleh Blibli, dan 43 persen akan digunakan untuk PT Global Tiket Network (GTNe).

Sebelumnya, Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mengatakan rencana penggunaan dana IPO Blibli yang sebagian besar digunakan untuk melunasi utang dapat membuat IPO Blibli memiliki kekurangan dan kelebihan di mata investor.

"Investor cenderung lebih menyukai jika digunakan untuk ekspansi yang dapat berdampak signifikan terhadap masa depan perusahaan, sehingga biasanya berani membayar lebih mahal karena memiliki potensi pertumbuhan yang kuat," kata Pandhu kepada Bisnis.

Namun, lanjut dia, sisi positifnya dari pelunasan utang ini dapat memperbaiki struktur permodalan calon emiten berkode saham BELI ini menjadi lebih sehat. Hal ini dapat meminimalkan beban dan diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas.

"Jika memang demikian artinya BELI akan cenderung konservatif dan mementingkan efisiensi dan profitabilitas di masa mendatang," ujar dia.

Pandhu memproyeksikan kinerja Blibli akan membaik setelah IPO, tetapi, tidak akan secepat para pesaingnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blibli.com ipo djarum beli
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top