Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Kabel Milik Taipan Low Tuck Kwong Merugi Rp152,5 miliar

Emiten kabel portofolio taipan Low Tuck Kwong PT Voksel Electric Tbk. (VOKS) mencatatkan kerugian sepanjang semester I/2022.
President Director Voksel Electric David Lius (tengah) saat peluncuran produk baru submarine fiber optic cable di Pabrik Cileungsi pada Rabu (20/2/2019).
President Director Voksel Electric David Lius (tengah) saat peluncuran produk baru submarine fiber optic cable di Pabrik Cileungsi pada Rabu (20/2/2019).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kabel portofolio taipan Low Tuck Kwong PT Voksel Electric Tbk. (VOKS) mencatatkan peningkatan pendapatan sepanjang semester I/2022. Akan tetapi, VOKS mencatatkan kerugian pada enam bulan pertama 2022 ini.

VOKS membukukan kinerja pendapatan sebesar Rp1,14 triliun pada semester I/2022. Pendapatan ini naik 40,6 persen dibandingkan semester I/2021 yang sebesar Rp816,5 miliar.

Peningkatan pendapatan VOKS ini didorong oleh penjualan lokal sebesar Rp1,14 triliun dan penjualan ekspor senilai Rp34,2 miliar. Sementara berdasarkan pelanggannya, penjualan yang melebihi 10 persen dari total pendapatan VOKS adalah ke PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, yakni sebesar Rp393,2 miliar atau sebesar 34,23 persen dari total penjualan VOKS.

Beban pokok pendapatan VOKS juga tercatat meningkat 54,5 persen, menjadi Rp1,18 triliun, dari Rp766,9 miliar secara tahunan atau year on year (yoy). Hal ini akibat beban produksi VOKS yang naik 29,6 persen menjadi Rp1,2 triliun di semester I/2022, dari Rp931,2 miliar.

Meningkatnya beban pokok pendapatan ini melebihi pendapatan VOKS, sehingga VOKS tercatat membukukan rugi bruto sebesar Rp36,7 miliar di semester I/2022.

VOKS pun mencatatkan rugi bersih sebesar Rp152,5 miliar, membengkak dibandingkan semester I/2021 yang sebesar Rp72,1 miliar.

Adapun hingga enam bulan pertama 2022, VOKS mencatatkan jumlah aset senilai Rp2,94 triliun, naik dari Rp2,8 triliun di akhir 2021.

Jumlah liabilitas VOKS juga naik menjadi Rp2,19 triliun di akhir Juni 2022, dari Rp1,98 triliun di akhir Desember 2021. Adapun jumlah ekuitas perseroan tercatat turun menjadi Rp754,3 miliar di 30 Juni 2022, dari Rp905,7 miliar di 31 Desember 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper