Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Low Tuck Kwong Borong Saham Bayan Resources (BYAN) Rp97 Miliar, Ada Apa?

Konglomerat batu bara Low Tuck Kwong kembali membeli 1.542.857 saham Bayan Resources (BYAN).
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 15 Agustus 2022  |  23:29 WIB
Low Tuck Kwong Borong Saham Bayan Resources (BYAN) Rp97 Miliar, Ada Apa?
Terminal Batu Bara Balikpapan. Terminal yang dikelola oleh PT Bayan Resources Tbk. merupakan salah satu terminal curah terbesar di Indonesia. - bayan.com.sg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Taipan batu bara, Dato Low Tuck Kwong terpantau kembali membeli saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (15/8/2022) Low Tuck Kwong membeli 1.542.857 saham BYAN dengan nilai Rp63.000 per saham.

Total transaksi pembelian saham konglomerat batu bara tersebut mencapai Rp97,19 miliar. Dengan demikian, kepemilikan saham Low Tuck Kwong pun bertambah, dari sebelumnya 60,97 persen menjadi 61,02 persen.

Tujuan dari transaksi pembelian saham BYAN tersebut untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung.

Sebelumnya, Low Tuck Kwong sempat melepas saham BYAN sebanyak dua kali, yakni pada 28 Juli 2022 menjual 30.000 lembar saham BYAN seharga Rp30.000, dan pada 5 Agustus 2022 melepas 15.000 lembar saham dengan nilai yang sama.

Komposisi kepemilikan saham BYAN saat ini digenggam Low Tuck Kwong 61,02 persen, PT Sumber Suryadana Prima sebesar 10 persen, dan sisanya dipegang oleh masyarakat sebanyak 28,98 persen.

BYAN membukukan penjualan batu bara yang menurun di tahun ini, yakni sebanyak 7,8 juta ton pada kuartal I/2022 dibandingkan 10,6 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski begitu, pendapatan BYAN di periode yang sama malah meningkat sebesar 56,4 persen, dari US$501 juta pada kuartal I/2021 menjadi US$783,8 juta.

Laba bersih BYAN pun melesat 224 persen selama 3 bulan pertama tahun ini menjadi US$380,2 juta, dari periode yang sama tahun lalu senilai US$117,3 juta.

Pada penutupan perdagangan Senin, (15/8/2022) saham BYAN turun 0,11 persen atau 75 poin ke posisi Rp66.025 per saham. Sejak awal tahun, saham BYAN melesat 152 persen dari posisi harga awal Rp26.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham BYAN
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top