Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Reksa Dana Ini Masih Volatil Sampai Bulan Depan, Simak!

Kinerja reksa dana pendapatan tetap berbasis obligasi masih berpotensi menurun seiring dengan isu hawkish The Fed dan respon dari Bank Indonesia di bulan depan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  14:23 WIB
Produk Reksa Dana Ini Masih Volatil Sampai Bulan Depan, Simak!
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo aat konferensi pers penutupan Finance Minister and Central Bank Governors (FMCBG) G20 Nusa Dua, Bali pada Sabtu (16/7/2022) - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja reksa dana pendapatan tetap berbasis obligasi masih berpotensi menurun seiring dengan isu hawkish The Fed dan respon dari Bank Indonesia di bulan depan.

Laporan dari Infovesta Utama pada Senin (1/8/2022) menyebutkan, pasar obligasi mulai kembali menarik di mata investor. Dalam sepekan belakangan, investor mulai mencari Surat Berharga Negara (SBN) karena yield yang kembali atraktif di kisaran level 7,4 persen.

“Kondisi ini didorong oleh kekhawatiran investor akibat kondisi global yang volatil, yaitu inflasi yang masih tinggi, pengetatan kebijakan moneter, dan invasi Rusia-Ukraina. Hal ini membuat SBN dipandang sebagai aset safe haven,” demikian kutipan laporan tersebut.

Meskipun kinerja pasar saham dan obligasi dalam sepekan terakhir positif, namun sejalan dengan situasi kondisi pasar saat ini yang fluktuatif, investor sebaiknya tetap waspada terhadap perkembangan kondisi global terkini.

Untuk investor reksa dana pendapatan tetap, Infovesta menyarankan pemilik dana berinvestasi di reksa dana berbasis SBN karena yield masih atraktif. Meski demikian, investor disarankan untuk tidak melakukan penempatan secara penuh dalam berinvestasi, namun masuk secara bertahap dan tetap memegang sebagian porsi cash.

Infovesta menyebutkan, strategi ini tepat dilakukan di tengah kondisi pasar yang masih volatil dan kemungkinan untuk pasar SBN kembali turun masih cukup terbuka.

“Kami menyarankan investor agar tetap waspada terhadap isu hawkish the Fed bulan depan serta arah kebijakan BI bulan depan terhadap kenaikan suku bunga yang akan mempengaruhi pergerakan pasar obligasi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana Obligasi Bank Indonesia Kebijakan The Fed
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top