Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Emas Berpeluang Naik, Gara-gara Kasus Covid-19 Melonjak di AS

Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah outlook melemahnya dolar AS pasca perilisan data Empire State Manufacturing Index AS.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  17:45 WIB
Ilustrasi emas batangan -  Bloomberg
Ilustrasi emas batangan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah outlook melemahnya dolar AS pasca perilisan data Empire State Manufacturing Index AS yang pesimis semalam, serta berita yang menyarankan AS memperpanjang darurat kesehatan masyarakat karena penyebaran Covid-19 setelah Juli.

Namun, kenaikan harga emas dapat terbatas seiring masih terjaganya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS.  

Mengutip data Bloomberg, Selasa (17/5/2022), harga emas Comex tercatat naik 0,63 persen atau 11,50 poin ke US$1.825,50 per troy ons. Sedangkan, harga emas Spot naik 1,30 poin atau 0,07 persen ke US$1.825,44 per troy ons.

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau terkoreksi 0,49 persen ke 103,67.

Analis Monex Investindo Futures (MIFX) Faisyal menyebutkan dolar AS dalam tekanan turun seiring perilisan data Empire State Manufacturing Index berkontraksi untuk periode Mei untuk yang kedua kalinya dalam tiga bulan terakhir. Indeks turun lebih dari 36 poin menjadi minus 11.6.

"Angka yang kurang dari nol menunjukkan kontraksi dan angka di bulan Mei jauh dari semua perkiraan dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom. Angka yang mengecewakan tersebut dapat memicu kekhawatiran perlambatan kegiatan ekonomi," jelasnya dalam riset harian, Selasa (17/5/2022).

Sentimen lain yang dapat memicu pelemahan dolar AS adalah memburuknya kasus Covid-19 di Amerika Serikat setelah pada Senin dilaporkan jumlah kasus terus meningkat di seluruh AS dan menjadi tren di level tertinggi yang terlihat sejak akhir November ketika ilmuwan Afrika Selatan mengindentifikasi varian omicron yang sangat menular dengan cepat dan menjadi dominan di seluruh dunia.

Rata-rata jumlah kasus di AS sebesar 90.423, naik sebesar 60 persen dari dua pekan lalu, berdasarkan penelusuran New York Times. Kasus lebih tinggi di hampir setiap negara, namun di Northeast dan Midwest yang sangat buruk penyebarannya dengan saat ini lebih tinggi dari puncak gelombang varian delta di musim panas lalu.

"Namun, kenaikan harga emas berpeluang terbatas dibalik masih terjaganya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS setelah semalam Presiden Fed New York John Williams mendukung ide kenaikan suku bunga sebesar 50 bps dari ketua Fed Jerome Powell," ungkapnya.

Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari pidato presiden Fed St. Louis James Bullard pada pukul 19:00 WIB serta data ekonomi AS seperti Retail Sales pukul 19:30 WIB dan Industrial Production m/m pada pukul 20:15 WIB.

Hari ini harga emas berpeluang dibeli menguji level resistance US$1.838 selama harga tidak mampu menembus level support US$1.822.

Namun penurunan lebih rendah dari level support tersebut, akan membawa harga emas berpeluang dijual menguji level support selanjutnya US$1.815.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini dolar as Kebijakan The Fed Covid-19
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top