Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO Indodax Bongkar Anjloknya Pasar Kripto Akibat LUNA, Kok Bisa?

Aset kripto TerraUSD dan Terra (LUNA) menjadi sorotan akibat harganya yang turun secara drastis dalam sepekan terakhir. Turunnya kedua aset ini membuat kripto lain ikut berguguran.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 17 Mei 2022  |  16:20 WIB
CEO INDODAX Oscar Darmawan (kiri) berbincang dengan COO INDODAX Erdita Purnamasari di sela-sela peluncuran wajah baru Bitcoin Indonesia menjadi INDODAX (Indonesia Digital Asset Exchange) di Jakarta, Rabu (14/3). - JIBI/Abdullah Azzam
CEO INDODAX Oscar Darmawan (kiri) berbincang dengan COO INDODAX Erdita Purnamasari di sela-sela peluncuran wajah baru Bitcoin Indonesia menjadi INDODAX (Indonesia Digital Asset Exchange) di Jakarta, Rabu (14/3). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Aset kripto TerraUSD dan Terra (LUNA) menjadi sorotan akibat harganya yang turun secara drastis dalam sepekan terakhir. Turunnya kedua aset ini membuat kripto lain ikut berguguran.

Chief Executive Officer Indodax Oscar Darmawan mengatakan, penurunan harga aset kripto bisa terjadi akibat efek sistemik dalam perdagangan. Menurutnya, jika salah satu kripto major turun, hal tersebut akan memicu kepanikan pasar.

"Kondisi kripto belakangan ini turun sangat merah karena LUNA, yang merupakan 10 besar kripto di market cap. Kenapa hal ini bisa terjadi? ini adalah salah satu efek sistematik dalam perdagangan. ketika salah satu kripto major merah, hal itu memicu kepanikan market," kata Oscar dalam postingan Instagramnya, dikutip Selasa (17/5/2022).

Dia melanjutkan, turunnya kripto major seperti LUNA tersebut memicu ketidakpercayaan diri market. Oscar menuturkan,  saat melihat kripto major turun, market cenderung ikut menjual koin yang mereka miliki lainnya.

"Hal ini menyebabkan efek domino yang membuat koin-koin lain ikut turun," ucapnya.

Khususnya kejadian LUNA ini, kata Oscar, dipicu karena Terra USD,  yang merupakan stable coin, gagal menjaga kestabilannya. Oscar menjelaskan, stable coin adalah achilles heels dalam perdagangan kripto.

Saat stable coin gagal mempertahankan nilainya, hal tersebut akan mengakibatkan efek yang sangat besar karena perdagangan kripto mengandalkan stable coin. Adapun, Oscar menyarankan trader kripto untuk tetap berhati-hati dalam trading.

"Pilih koin yang tepat untuk trading khususnya sekarang, dan selalu percaya bitcoin dan koin-koin major lainnya naik up to the moon," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cryptocurrency mata uang kripto aset kripto Kripto Terra LUNA
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top