Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Minyak WTI Tembus US$104, Dipicu Perang Rusia-Ukraina

Penyebab melesatnya harga minyak tak lain adalah perkembangan situasi geopolitik Rusia dan Ukraina.
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak./Bloomberg
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia kembali melesat setelah mengalami penurunan pada hari-hari sebelumnya. Lonjakan harga minyak dipicu memanasnya situasi perang Rusia-Ukraina.

Pada perdagangan Selasa (5/4/2022) pukul 12.13 WIB, harga minyak Brent kontrak Juni 2022 naik 1,13 persen atau 1,22 poin menjadi US$108,75 per barel. Harga minyak WTI kontrak Mei 2022 meningkat 1,16 persen atau 1,2 poin menuju US$104,48 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi usai tren koreksi yang berlangsung cukup lama. Selama sebulan terakhir harga minyak Brent dan WTI masih menunjukkan tren penurunan masing-masing sebesar 7,98 persen dan 9,25 persen secara point-to-point.

Penyebab melesatnya harga minyak tak lain adalah perkembangan situasi geopolitik Rusia dan Ukraina. Perundingan damai pekan lalu di Turki rupanya tidak membuahkan hasil. Buktinya, Rusia menyerbu warga sipil di Kota Bucha, Ukraina.

Akibatnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menganggap Putin adalah penjahat perang yang harus diadili dan berjanji akan menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Rusia.

“Dia adalah penjahat perang. Orang ini sadis dan apa yang terjadi di Bucha keterlaluan. Semua orang telah melihatnya,” ujar Biden, dikutip dari Bloomberg, Selasa (5/4/2022).

Joe Biden melakukan pidato publik pertamanya setelah beredarnya foto-foto warga sipil yang tewas di kuburan massal dan di jalan-jalan kota, termasuk Kyiv. Sementara itu, pinggiran Kota Bucha berhasil dibebaskan oleh pasukan Ukraina.

Presiden AS menambahkan bahwa pengadilan kejahatan perang harus dilakukan bagi Presiden Negeri Beruang Merah itu.

"Kita harus mengumpulkan semua bukti untuk segera melaksanakan pengadilan kejahatan perang," tegas Biden.

Selain melakukan pengadilan kejahatan perang, Biden menegaskan bahwa pihaknya akan menjatuhkan lebih banyak sanksi bagi Rusia.

“Ya, saya akan menjatuhkan lebih banyak sanksi,” kata Biden, tanpa menyebutkan secara spesifik bentuk sanksinya.

Rusia membantah bertanggung jawab atas tragedi di Bucha. Kementerian Pertahanan Rusia menyebut foto-foto orang mati di kota-kota yang baru dibebaskan oleh pasukan Ukraina sebagai provokasi oleh Kyiv. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Senin mengatakan Rusia "dengan tegas menyangkal" tuduhan pasukannya membunuh warga sipil di Bucha.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Senin menyatakan bahwa Rusia melakukan genosida di Bucha.

“Itu adalah kejahatan perang dan dunia akan mengakuinya sebagai genosida,” katanya.

Pejabat Uni Eropa mengatakan akan mempersiapkan sanksi tambahan untuk menghukum Rusia. Presiden Prancis Emmanuelle Macron menyerukan “langkah-langkah pasti” dan mengatakan bahwa sanksi Rusia akan dibahas dalam beberapa minggu kedepan.

Menteri Pertahanan Jerman, Christine Lambrecht, menyebut potensi memboikot komoditas energi dari Rusia harus menjadi pertimbangan.

"Kita harus bertindak tegas. Kejahatan perang semacam itu jangan dibiarkan," tukas Lambrecht. 

Akan tetapi pemblokiran ekspor gas Rusia akan memperburuk inflasi yang melanda prekonomian Eropa, dan dapat menyebabkan Jerman sebagai pelanggan energi terbesar dari Rusia serta negara-negara Uni Eropa lain ke dalam resesi.

"Keputusan penghentian pengiriman gas Rusia, akan memperparah situasi. Resesi substansial di Jerman hampir tidak bisa dihindari," papar CEO Deutsche Bank Christian Sewing, dilansir dari CNN Business, Selasa (05/04/2022).

Sebagai salah satu pemain utama di pasar minyak dunia, hilangnya minyak Rusia dari pasar global menyebabkan harga minyak yang tidak terkendali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper