Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terkendala Modal Kerja, Emiten Produsen Kapas (KPAS) Baru Beroperasi 50 Persen

KPAS menyebut kenaikan harga bahan baku dan ketidaklancaran suplai bahan baku menjadi penyebab tak dapatnya memenuhi permintaan pelanggan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  06:24 WIB
Dari kiri, Presiden Direktur Cottonindo Ariesta Marting, Direktur Kawasan Asia dari Group Lemoine Andrey Lemoine, Vice President Director Cottonindo Ariesta Fransikus Toni, dan GM Production Cottonindo Ariesta Arief Bong, dalam kunjungannya ke kantor PT Cottonindo Ariesta Tbk. di Bandung pada Senin (4/3 - 2019).
Dari kiri, Presiden Direktur Cottonindo Ariesta Marting, Direktur Kawasan Asia dari Group Lemoine Andrey Lemoine, Vice President Director Cottonindo Ariesta Fransikus Toni, dan GM Production Cottonindo Ariesta Arief Bong, dalam kunjungannya ke kantor PT Cottonindo Ariesta Tbk. di Bandung pada Senin (4/3 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk. masih terdampak pandemi Covid-19, aktivitas produksi hanya 40 persen dari kapasitas perseroan.

Corporate Secretary Cottonindo Ariesta Johan Kurniawan mengungkapkan perseroan tetap melakukan operasi, walaupun terdapat penurunan dari kinerja seharusnya.

"Namun demikian, perseroan berusaha keras untuk memenuhi permintaan dari para pelanggan, meskipun tidak semua klien dapat dipenuhi permintaannya disebabkan oleh kekurangan modal kerja," jelasnya, Senin (22/3/2021).

Emiten dengan kode saham KPAS ini menyebut kenaikan harga bahan baku dan ketidaklancaran suplai bahan baku menjadi penyebab tak dapatnya memenuhi permintaan pelanggan.

Hal ini membuat penurunan output produksi dalam kisaran 40 persen--50 persen dalam produksi pada Maret 2021.

"Perseroan seperti bulan sebelumnya, masih mengalami dampak atas penyebaran virus Covid-19, sampai dengan Maret 2021; Dampak ketidaklancaran dalam aspek keuangan berdampak dalam operasional perseroan," katanya.

Dia menyebut permintaan pasar pada saat ini sudah mengalami peningkatan cukup baik, tetapi operasional perusahaan terdampak dengan kekurangan modal kerja dan aspek tersendatnya kelancaran suplai bahan baku, serta kenaikan harga bahan baku.

Dengan demikian, berbagai kendala ini membuat perseroan tidak dapat memenuhi permintaan dan pesanan akhir akhir ini. Pada penutupan perdagangan Senin, harga saham KPAS naik 2,67 persen ke level 77 dengan kapitalisasi pasar Rp59,14 miliar.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Cottonindo Ariesta
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top