Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Integra Indocabinet (WOOD) Emisi Obligasi dan Sukuk hingga Rp500 Miliar

Kedua surat utang itu telah mendapatkan peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yaitu A- untuk obligasi dan A- syariah untuk sukuk.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  16:24 WIB
PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki pabrik seluas 225.000 meter persegi dengan kapasitas pengiriman barang 25 kontainer 40' per bulan.
PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki pabrik seluas 225.000 meter persegi dengan kapasitas pengiriman barang 25 kontainer 40' per bulan.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten industri mebel dan kayu, PT Integra Indocabinet Tbk., berencana emisi obligasi dan sukuk dengan target dana dihimpun mencapai Rp500 miliar.

Berdasarkan prospektus perseroan, emiten berkode saham WOOD itu akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap 1 Tahun 2021 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp450 miliar.

Obligasi itu merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahun 2021 dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp700 miliar.

Adapun, obligasi itu akan diterbitkan melalui dua seri, yaitu seri A dengan tenor 370 hari setelah tanggal emisi dan seri B dengan tenor 3 tahun setelah tanggal emisi.

Bersamaan dengan emisi obligasi itu, WOOD juga akan menerbitkan sukuk mudharabah berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahap I Tahun 2021 dengan jumlah dana sebanyak-banyaknya Rp150 miliar.

Sukuk itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan sukuk mudharabah berkelanjutan I Integra Indocabinet Tahun 2021 dengan target dana dihimpun sebesar Rp300 miliar.

WOOD berencana menerbitkan sukuk melalui dua seri, yaitu seri A dengan tenor 370 hari sejak tanggal emisi dan seri B dengan tenor 3 tahun sejak emisi.

Manajemen Integra Indocabinet menjelaskan bahwa seluruh dana yang diperoleh dari obligasi setelah dikurang biaya emisi akan digunakan sekitar 80 persen untuk refinancing dan sisanya untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, pembayaran hutang usaha, beban produksi, dan beban pemasaran.

“Sementara itu untuk sukuk mudharabah setelah dikurangi biaya bahan baku emisi akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja antara lain pembelian bahan baku, pembayaran utang usaha beban produksi, beban pemasaran, dan lain-lain,” tulis manajemen Integra Indocabinet dikutip dari prospektusnya, Kamis (18/3/2021).

Di sisi lain, kedua surat utang itu telah mendapatkan peringkat dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yaitu A- untuk obligasi dan A- syariah untuk sukuk.

Adapun, masa penawaran awal obligasi dan sukuk pada 19-25 Maret 2021. Perkiraan masa penawaran umum pada 7-8 April 2021 dan tanggal perkiraan penjatahan 9 April 2021. Perkiraan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 14 April 2021.

Bertindak sebagai penjamin emisi obligasi dan sukuk mudharabah adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. dan PT BRI Danareksa Sekuritas. Wali amanat obligasi dan sukuk mudharabah adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk obligasi korporasi Integra Indocabinet
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top