Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Integra Indocabinet (WOOD) Tumbuh 39 Persen pada 2020

Emiten produsen produk kayu ini mencatatkan penjualan Rp2,9 triliun. Jumlah tersebut berada di atas target perusahaan pada tahun 2020 senilai Rp2,6 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 12 Maret 2021  |  10:36 WIB
PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki pabrik seluas 225.000 meter persegi dengan kapasitas pengiriman barang 25 kontainer 40' per bulan.
PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki pabrik seluas 225.000 meter persegi dengan kapasitas pengiriman barang 25 kontainer 40' per bulan.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 39 persen pada tahun 2020.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan pada Jumat (12/3/2021), emiten produsen produk kayu ini mencatatkan penjualan Rp2,9 triliun. Jumlah tersebut berada d iatas target perusahaan pada tahun 2020 senilai Rp2,6 triliun.

Sepanjang tahun 2020, kontribusi penjualan terbesar berasal dari pasar ekspor yang mencakup sebesar 81,6 persen dari total penjualan dan 18,4 persen sisanya dari pasar domestik.

“Penjualan ekspor tumbuh 72 persen secara year-on-year (yoy) yang didukung terutama oleh penjualan pasar AS yang tumbuh signifikan sebesar 96 persen yoy,” demikian pernyataan manajemen dikutip dari keterangan resmi.

Adapun, pada kuartal IV/2020, WOOD membukukan penjualan sebesar Rp1,08 triliun atau tumbuh 44,3 persen secara kuartalan dan 48,9 persen yoy. Catatan tersebut sekaligus menjadi penjualan secara kuartalan tertinggi yang ditorehkan WOOD.

Manajemen WOOD melanjutkan, pertumbuhan penjualan yang signifikan di dukung terutama oleh pertumbuhan permintaan pasar AS untuk furnitur dan komponen bangunan (building component).

Pertumbuhan permintaan tersebut disebabkan oleh penerapan tarif perang dagang, anti-dumping and anti-subsidy duty pada produk furnitur and building component asal China, dan meningkatnya penjualan rumah di pinggiran kota.

Untuk 2021, perseroan menargetkan penjualan dapat tumbuh minimum 20 persen yoy dengan memanfaatkan kapasitas terpasangnya pada furniture (47.775 cbm/tahun) dan building component (345.060 cbm/tahun)

“Perusahaan juga akan memperluas pangsa pasarnya terutama di pasar AS, yang merupakan importir terbesar untuk produk furnitur dan building component,” lanjut Manajemen WOOD.

Hingga 28 Februari 2021, WOOD telah menerima order penjualan sebesar Rp1,8 triliun. Di awal tahun, perseroan telah menerima order penjualan yang besar, sehingga manajemen optimistis tren ini akan terus berlanjut di bulan-bulan mendatang.

Dari order penjualan yang telah diterima perseroan, sekitar Rp929 miliar dijadwalkan untuk pengiriman pada kuartal I/2021, dengan pesanan sebesar Rp600 miliar telah dikirimkan dan dibukukan sebagai penjualan pada dua bulan pertama tahun 2021.

Oleh karena itu, penjualan Perseroan hingga 2 bulan pertama tahun 2021 telah melebihi penjualan kuartal I secara historis. Adapun total penjualan pada kuartal I/2021 tercatat sebesar Rp482 miliar.

“Perseroan berharap akan melihat pertumbuhan penjualan yang kuat pada kuartal I/2021 dibandingkan periode kuartal I/2020,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Integra Indocabinet
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top