Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Asing Berebut Saham-Saham Ini saat IHSG Menanjak

Investor asing cenderung melakukan aksi beli terhadap saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dengan net buy Rp609,31 miliar,
Tampilan aplikasi Spekun di smartphone pengguna solusi bike sharing di Universitas Indonesia (UI). Aplikasi ini memanfatkaan layanan Narrow Band-Internet of Things PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)./dok. Telkomsel
Tampilan aplikasi Spekun di smartphone pengguna solusi bike sharing di Universitas Indonesia (UI). Aplikasi ini memanfatkaan layanan Narrow Band-Internet of Things PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)./dok. Telkomsel

Bisnis.com, JAKARTA - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (23/2/2021) terjadi di tengah aksi investor asing yang cenderung melakukan pembelian.

IHSG kemarin ditutup menguat 0,28 persen atau 17,49 poin menjadi 6.272,81. Indeks bergerak di rentang 6.241,95-6.279,14.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan net buy Rp469,55 miliar. Hal itu membuat catatan net buy sepanjang 2021 meningkat menjadi Rp14,29 triliun.

Mengutip data konsultan keuangan D'Origin, investor asing cenderung melakukan aksi beli terhadap saham PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dengan net buy Rp609,31 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Rp96 miliar, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) Rp91,7 miliar.

Selanjutnya, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) juga diborong asing dengan net buy Rp55,49 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp41,97 miliar.

Sementara itu, saham-saham yang dilego investor asing ialah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net sell Rp126,9 miliar, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) Rp51,62 miliar, PT Astra International Tbk. (ASII) Rp43,53 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) Rp30,2 miliar.

CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai pola pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. Masih tercatatnya capital inflow sepanjang 2021 turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG.

"Namun mengingat potensi tekanan yang masih cukup besar sehingga jika terjadi koreksi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek," jelasnya dalam riset hariannya, Selasa (23/2/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper