Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Didorong Sentimen Pilpres AS, Transaksi Broker Diprediksi Membaik

Presiden Direktur RHB Sekuritas Iwanho optimis nilai transaksi broker pada bulan November akan membaik, dibandingkan dengan nilai transaksi broker pada Oktober yang sempat menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA— Sekuritas optimis transaksi broker pada dua bulan penghujung tahun ini akan membaik sejalan dengan hasil pemilihan umum Presiden yang berlangsung di Amerika Serikat pada pekan ini.

Presiden Direktur RHB Sekuritas Iwanho optimis nilai transaksi broker pada bulan November akan membaik, dibandingkan dengan pada Oktober yang sempat menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Turbulensi pasar akan membawa momentum swing bagi para swing trader maupun investor untuk bertransaksi," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (4/11/2020).

Menjelang akhir tahun, RHB Sekuritas memprediksi transaksi akan kembali pulih karena dari tahun ke tahun institusi juga akan melakukan penyesuaian portofolio sehingga akan banyak pergerakan.

“Tapi, November dan Desember ini tergantung dari hasil pemilu AS juga dan after pemilu, apakah chaos di AS atau tidak karena apapun yang terjadi di AS berdampak ke ekonomi global,” imbuhnya.

Ia juga menilai total transaksi broker pada bulan lalu menurun disebabkan oleh pelaku pasar dalam negeri yang masih wait and see hasil pemilu AS dan sentimen beberapa negara Eropa yang mulai memberlakukan kebijakan lockdown lagi.

Seperti diketahui, transaksi pialang saham sepanjang Oktober 2020 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang bulan kesepuluh tahun ini transaksi broker hanya mencapai Rp322,37 triliun, terpaut cukup jauh dibandingkan transaksi sepanjang September lalu yang mencapai Rp363,68 triliun.

Total transaksi tersebut tersebut terdiri atas transaksi beli sebesar Rp161,185 triliun dan transaksi jual mencapai Rp161,16 triliun. Sehingga secara net value tercatat net sell sebesar Rp1,68 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper