Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Lokal Bikin Transaksi Broker Menggeliat Rp1.038 Triliun

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menilai salah satu pendorong naiknya nilai transaksi di bursa karena sejak awal kuartal III/2020 investor lokal atau investor ritel terpantau semakin aktif.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  16:39 WIB
Direktur Utama PT Jaya Bersama lndo Tbk Limpa Itsin Bachtiar (tengah) bersama Direktur Lin Manuhutu (kiri), dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengamati nilai perdagangan saham perseroan, di galeri BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Direktur Utama PT Jaya Bersama lndo Tbk Limpa Itsin Bachtiar (tengah) bersama Direktur Lin Manuhutu (kiri), dan Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengamati nilai perdagangan saham perseroan, di galeri BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA— Nilai transaksi pialang saham kian menggeliat sepanjang kuartal III/2020 seiring dengan peningkatan transaksi dari investor ritel.

Berdasarkan data Bloomberg, gross value pada kuartal III/2020 tercatat Rp1.038 triliun, jumlah ini naik dibandingkan total transaksi broker pada kuartal sebelumnya Rp980,70 triliun.

Adapun jika dilihat secara tahunan, realisasi tersebut turun tipis dari posisi Rp1.099 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara bulanan, nilai transaksi harian broker pada September Rp363,68 triliun, naik 5,31 persen dibandingkan transaksi sepanjang Agustus yang mencapai Rp345,34 triliun.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menilai salah satu pendorong naiknya nilai transaksi di bursa karena sejak awal kuartal III/2020 investor lokal atau investor ritel terpantau semakin aktif.

“Kalau dibanding kuartal III tahun lalu memang masih lebih rendah karena partisipasi investor institusi baik domestik ataupun asing masih lebih rendah di tahun ini,” ujar Laksono ketika dihubungi Bisnis, Kamis (1/10/2020)

Laksono mengatakan kondisi pandemi membuat minat investor lokal untuk masuk ke pasar modal semakin tinggi, termasuk di antaranya investor milenial atau yang berusia di bawah 40 tahun.

Dia menyebut sejumlah faktor seperti ketersediaan platform online trading yang semakin canggih dan handal bertemu dengan karakter milenial yang paham dan fasih terhadap teknologi digital membuat keterlibatan investor muda ini terus meningkat.

Selain itu, tambah Laksono, pola aktivitas masyarakat yang kini banyak di rumah membuat waktu luang untuk trading lebih tersedia, apalagi ada disposable income yang penggunaannya berkurang akibat perubahan pola aktivitas tersebut.

“Karena nggak banyak makan di luar, tidak liburan baik di dalam maupun di luar negeri [sehingga masuk ke investasi],” tuturnya.

Di sisi lain, harga-harga saham yang berkualitas yang terkoreksi akibat pandemi membuatnya semakin menarik bagi pasar.

“Saya rasa kombinasi dari itu semua membuat investor ritel begitu aktif di bursa,” kata Laksono.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di pasar modal bertambah sebanyak 682.935 single investor identification (SID) pada periode Januari—Agustus 2020.

Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sebesar 65,8 persen di antaranya merupakan investor muda yang berusia di bawah 30 tahun.

Secara total, KSEI mencatat jumlah investor pasar modal yang terdiri dari investor saham, reksa dana, obligasi, dan efek lainnya hingga 31 Agustus 2020 sebanyak 3,13 SID atau naik 26,27 persen dari posisi pada akhir tahun lalu.

Untuk investor reksa dana terjadi kenaikan 37,91 persen menjadi 2,44 juta SID dibandingkan posisi akhir 2019 sebanyak 1,77 juta SID.

Adapun, investor lokal kini mendominasi pasar modal Indonesia sebanyak 99,14 persen dari total investor sementara investor asing hanya 0,86 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia broker transaksi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top