Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raih Laba Rp1,6 Triliun, Saham ADRO Melenggang di Zona Hijau

Hingga penutupan sesi pertama, saham emiten bersandi ADRO itu parkir di level Rp1.140, berhasil melenggang di zona hijau atau naik 0,88 persen.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 November 2020  |  12:44 WIB
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir menyampaikan sambutan saat Perayaan 10 Tahun Initial Public Offering (IPO) sekaligus satu dekade transformasi bisnis perusahaan PT Adaro Tbk di Jakarta, Senin (16/7). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Adaro Energy Tbk. tetap bertahan di zona hijau pada perdagangan Selasa (3/11/2020) kendati membukukan pelemahan kinerja pada kuartal III/2020.

Hingga penutupan sesi pertama, saham emiten bersandi ADRO itu parkir di level Rp1.140, berhasil melenggang di zona hijau atau naik 0,88 persen.

Sepanjang sesi pertama, ADRO bergerak di kisaran Rp1.140 hingga Rp1.165 per saham dan investor asing mencatatkan transaksi net buy sebesar Rp9,05 miliar.

Sementara itu, dalam periode tiga bulan terakhir saham ADRO telah menguat 4,59 persen, kendati sepanjang tahun berjalan 2020 masih terkoreksi 26,69 persen. Saat ini, ADRO memiliki kapitalisasi pasar mencapai Rp36,46 triliun.

Adapun, penguatan ADRO itu terjadi bersamaan dengan mayoritas saham emiten pertambangan batu bara lainnya yang melenggang pasti di zona hijau.

Selain itu, penguatan saham ADRO tetap terjadi kendati perseroan melaporkan penurunan kinerja pada kuartal III/2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, ADRO membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$109,37 juta pada kuartal III/2020. Nilai itu turun 73,05 persen secara year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar US$405,99 juta.

Bila dirupiahkan, laba bersih Adaro per September 2020 mencapai Rp1,63 triliun, turun dari Rp5,64 triliun pada posisi per September 2019.

Sejalan dengan itu, pendapatan usaha ADRO juga turun 26 persen yoy menjadi US$1,95 miliar (Rp29,1 triliun) dari US$2,65 miliar (Rp36,8 triliun) pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih rinci, pendapatan usaha dari segmen pertambangan dan perdagangan batu bara turun 25 persen yoy menjadi US$1,82 miliar, segmen jasa pertambangan turun hingga 42 persen yoy menjadi US$94 juta, dan segmen lainnya turun 32 persen menjadi US$36 juta.

Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan bahwa penurunan permintaan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi dan minat beli yang lemah di negara pengimpor utama telah berdampak terhadap harga batu bara global.

Hal itu pun turut mempengaruhi kinerja perseroan hingga sembilan bulan pertama tahun ini. ADRO mencatat terdapat penurunan Average Selling Price (ASP) dan volume penjualan, yang masing- masing turun 18 persen dan 9 persen.

“Kondisi pasar batu bara yang sulit akibat ekonomi global yang masih belum kondusif karena pandemi yang berkepanjangan terus menekan profitabilitas perusahaan,” ujar Garibaldi seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (3/11/2020).

Kendati demikian, ADRO pun melihat terdapat tanda-tanda rebalancing pasar batu bara pada kuartal III/2020 berkat disiplin terhadap suplai, walaupun pemulihan pasar diyakini membutuhkan waktu yang lebih lama.

Sejalan dengan itu, ADRO akan tetap mengambil sikap waspada terhadap pengeluaran dan mengeksekusi rencana belanja modal dengan hati-hati.

“Kami tetap merasa optimis terhadap fundamental industri di jangka panjang, dan dalam menghadapi tantangan jangka pendek, kami berfokus untuk menjaga kas, memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan, bertahan di jalur yang sudah ada, terus mengeksekusi strategi untuk memastikan kelangsungan bisnis, dan tetap bersumbangsih terhadap pembangunan nasional,” papar Garibaldi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten adaro garibaldi thohir
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top