Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Batu Bara Turun, Laba Adaro (ADRO) Amblas 73,05 Persen pada Kuartal III/2020

ADRO membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$109,37 juta pada kuartal III/2020.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 November 2020  |  10:36 WIB
Logo PT Adaro Energy, Tbk. - Reuters/Beawiharta
Logo PT Adaro Energy, Tbk. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Adaro Energy Tbk., membukukan penurunan kinerja pada kuartal III/2020 seiring dengan penurunan harga batu bara.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham ADRO itu membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$109,37 juta pada kuartal III/2020. Nilai itu turun 73,05 persen secara year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar US$405,99 juta.

Sejalan dengan itu, pendapatan usaha ADRO juga turun 26 persen yoy menjadi US$1,95 miliar dari US$2,65 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih rinci, pendapatan usaha dari segmen pertambangan dan perdagangan batu bara turun 25 persen yoy menjadi US$1,82 miliar, segmen jasa pertambangan turun hingga 42 persen yoy menjadi US$94 juta, dan segmen lainnya turun 32 persen menjadi US$36 juta.

Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan bahwa penurunan permintaan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi dan minat beli yang lemah di negara pengimpor utama telah berdampak terhadap harga batu bara global.

Hal itu pun turut mempengaruhi kinerja perseroan hingga sembilan bulan pertama tahun ini. ADRO mencatat terdapat penurunan Average Selling Price (ASP) dan volume penjualan, yang masing- masing turun 18 persen dan 9 persen.

“Kondisi pasar batu bara yang sulit akibat ekonomi global yang masih belum kondusif karena pandemi yang berkepanjangan terus menekan profitabilitas perusahaan,” ujar Garibaldi seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (3/11/2020).

Kendati ketidakpastian masih ada, pria yang kerap disapa Boy Thohir itu menjelaskan bahwa model bisnis perseroan yang terintegrasi memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dengan efisien dan mempertahankan operasi yang solid.

Pada periode kuartal III/2020, volume produksi dan penjualan batu bara masing-masing mencapai 41,10 juta ton dan 40,76 juta ton, setara dengan penurunan 7 persen dan 9 persen secara yoy. 

ADRO pun melihat terdapat tanda-tanda rebalancing pasar pada kuartal III/2020 berkat disiplin terhadap suplai, walaupun pemulihan pasar diyakini membutuhkan waktu yang lebih lama.

Selain itu, perseroan juga akan terus berfokus terhadap operasi dan efisiensi biaya. Hal itu pun tercermin dari penurunan beberapa pos beban sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Beban pokok pendapatan ADRO turun 20 persen yoy menjadi US$1,49 miliar, terutama karena penurunan pada nisbah kupas dan pembayaran royalti kepada pemerintah. Tidak hanya itu, biaya kas batu bara per ton (tidak termasuk royalti) turun 17 persen yoy akibat penurunan nisbah kupas maupun harga bahan bakar. 

Sepanjang sembilan bulan pertama 2020, biaya bahan bakar turun 28 persen, karena harga bahan bakar turun dan konsumsi bahan bakar turun 18 persen seiring menurunnya produksi dan nisbah kupas.

Kemudian, beban usaha sebesar US$129 juta, atau turun 23 persen yoy, terutama karena penurunan sebesar 38 persen pada beban penjualan dan pemasaran serta penurunan sebesar 39 persen pada biaya profesional secara yoy. 

ADRO akan tetap mengambil sikap waspada terhadap pengeluaran dan mengeksekusi rencana belanja modal dengan hati-hati. 

“Kami tetap merasa optimis terhadap fundamental industri di jangka panjang, dan dalam menghadapi tantangan jangka pendek, kami berfokus untuk menjaga kas, memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan, bertahan di jalur yang sudah ada, terus mengeksekusi strategi untuk memastikan kelangsungan bisnis, dan tetap bersumbangsih terhadap pembangunan nasional,” papar Garibaldi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten harga batu bara adaro energy
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top