Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! Kapitalisasi Pasar Modal RI Diramal Tembus Rp10.000 Triliun

Asosiasi Emiten Indonesia menilai ke depan akan semakin banyak ruang pertumbuhan yang dapat dinikmati oleh berbagai sektor termasuk pasar modal yang saat ini memiliki kapitalisasi Rp6.000 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  16:09 WIB
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com,JAKARTA — Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meyakini kapitalisasi pasar modal Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan, bahkan hingga mencapai Rp10.000 triliun dalam lima tahun mendatang.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Iwan Setiawan Lukminto mengatakan perbaikan sudah terlihat di pasar modal. Indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menyentuh level terendah di 3.937 pada Maret 2020 dan saat ini sudah bertengger di level 5.000.

“Ini bisa menjadi indikator kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam paparan daring “Outlook 2021: The Year of Opportunity” yang berlangsung, Rabu (21/10/2020).

Iwan mengatakan jumlah investor pasar modal RI juga terus bertumbuh sampai dengan akhir September 2020. Menurutnya, jumlah investor pasar modal naik 31,9 persen secara year to date (ytd) menjadi 3,23 juta investor. Jumlah itu diramal terus bertambah hingga mencapai 3,5 juta pada akhir tahun.

Perbaikan kondisi pasar modal, lanjut Iwan, tidak lepas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menstimulus ekonomi. 

Menurutnya, hal itu juga sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo pada saat membuka perdagangan saham perdana 2 Januari 2020 untuk selalu mengutamakan pembenahan tata kelola atas perlindungan para investor dan emiten.

AEI melihat pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) cukup memberi dampak bagi rendahnya pertumbuhan ekonomi. Kendati berat, langkah itu menurutnya harus ditaati agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kami dari AEI secara langsung melihat dan merasakan turunnya kinerja sebagian emiten khususnya bagi beberapa sektor,” ujarnya.

Iwan meyakini ke depan akan semakin banyak ruang pertumbuhan yang dapat dinikmati oleh berbagai sektor termasuk pasar modal yang saat ini memiliki kapitalisasi Rp6.000 triliun.

“Tidak mustahil market cap kita bisa menjadi Rp10.000 triliun sebelum 2025,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia kapitalisasi pasar
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top