Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ringkasan Perdagangan 12 Mei: IHSG Merosot, Rupiah Ikut Tergelincir

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah dan berakhir melemah bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  20:30 WIB
Ringkasan Perdagangan 12 Mei: IHSG Merosot, Rupiah Ikut Tergelincir
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG pada Senin (11/5/2020) berakhir di level 4.639,1 dengan penguatan sekitar 0,91 persen atau 41,67 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah dan berakhir melemah bersama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Setelah menguat empat hari perdagangan berturut-turut, nilai tukar rupiah berakhir melemah tipis justru ketika dolar AS terkoreksi terhadap sejumlah mata uang utama.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Selasa (12/5/2020):

IHSG Terguling, Sektor Finansial Paksa Indeks Berakhir Turun 1 Persen

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sekitar 1,09 persen atau 50,37 poin ke level 4.588,73. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak dalam kisaran 4.552,39–4.644,13.

Sebanyak 7 dari 10 sektor pada IHSG berakhir di wilayah negatif, dipimpin finansial (-2,33 persen), pertanian (-2,1 persen), dan infrastruktur (-2 persen). Tiga sektor lainnya mampu menguat, dipimpin (+0,63 persen).

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing turun 5 persen dan 5,2 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG.

Dibayangi Kenaikan Angka Pengangguran, Kurs Rupiah Turun Tipis

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa pelemahan rupiah kali ini disebabkan oleh respons pasar terhadap proyeksi jumlah pengangguran Indonesia tahun ini yang diprediksi meningkat ke level 12 persen dibandingkan dengan tahun lalu di kisaran 9,75 persen.

Namun, pemerintah Indonesia telah merespon proyeksi itu dengan rencana menggelontorkan stimulus baru akibat pandemi Covid-19 itu.

Selain itu, saat ini pasar juga cemas dengan perkembangan dialog antara AS dan China, serta risiko kembali terjadinya perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar di dunia itu.

Pabrik Beroperasi, Permintaan Batu Bara China Melonjak

Indikator permintaan batubara China melonjak hampir sepertiga level di atas tahun lalu, didorong aktivitas pabrik yang meningkat guna mengejar kapasitas yang kosong selama masa lockdown. Hal itu mendorong permintaan listrik dan memicu lonjakan harga.

Penggunaan batubara oleh pembangkit listrik di lima utilitas utama naik untuk hari kedelapan menjadi 577.100 ton pada Senin (11/5/2020).

Data dari Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batubara China menunjukkan, angka itu lebih dari 30 persen dari periode yang sama tahun lalu ; juga terbesar sejak 12 Januari 2020.

Transaksi Sepi, Bagaimana Strategi Kelola Portofolio Saham Jelang Lebaran?

Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan akan sepi menjelang Hari Raya Idulfitri yang akan jatuh pada pekan. Investor disarankan untuk merancang strategi pengelolaan dalam menghadapi tren pergerakan pasar yang sulit diprediksi.

Transaksi saham di pasar reguler, tunai, dan negosiasi tengah lesu sepanjang periode berjalan Mei 2020. Rerata transaksi yang terjadi dalam lima sesi perdagangan terakhir hanya Rp5,78 triliun.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan memang menjelang Lebaran transaksi akan cenderung sepi. Apalagi, saat ini pergerakan pasar sangat sulit diperkirakan arahnya karena sentimen Covid-19 dan stimulus yang digelontorkan oleh bank sentral di seluruh dunia.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Juni 2020 terpantau naik 4,60 poin atau 0,27 persen ke level US$1.702,60 per troy ounce pukul 19.35 WIB.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menyampaikan harga emas naik ke level US$1702 karena meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya kekhawatiran soal gelombang kedua penyebaran virus corona.

Sebaliknya, di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun Rp8.000 menjadi level Rp903.000 per gram.

Adapun harga pembelian kembali atau buyback emas turun Rp6.000 ke posisi Rp806.000 per gram dari harga sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top