LPKR Umumkan Laporan Keuangan Semester I/2019, Begini Uraiannya

Prapenjualan pada semester pertama tahun ini mencapai Rp835 miliar, meningkat 84 persen dibandingkan dengan Rp453 miliar pada semester I/2018.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  11:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti berkode LPKR, PT Lippo Karawaci Tbk. melaporkan total pendapatan perseroan selama semester pertama tahun ini sebesar Rp5,30 triliun atau setara dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Perubahan triwulanan didorong oleh pertumbuhan pendapatan berulang yang kuat terutama dari segmen bisnis healthcare LPKR (PT Siloam Hospitals Tbk./SILO) yang diimbangi oleh penurunan dari segmen bisnis properti dari tahun lalu (hal ini terkait dengan keuntungan satu kali pada semester pertama 2018).

Menurut LPKR melalui suaran pers, Jumat (30/8/2019), jika perseroan tidak memasukkan penjualan tanah yang tidak berulang sebesar Rp450 miliar pada semester I/2018, pendapatan pada periode semester itu turun menjadi Rp4,90 triliun sehingga pendapatan pada semester I/2019 sebesar 8,50 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Prapenjualan (marketing sales) pada semester pertama tahun ini mencapai Rp835 miliar, meningkat 84 persen dibandingkan dengan Rp453 miliar pada semester I/2018.

Siaran pers itu menyebutkan bahwa Siloam Hospitals mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 18,50 persen secara tahunan menjadi Rp3,40 triliun pada semester I/2019, dari Rp2,80 triliun pada semester I/2018.

Capaian itu berkontribusi terhadap 78 persen dari total pendapatan berulang pada semester I/2019 dibandingkan dengan 76 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan dari segmen bisnis mal dan lain-lain naik 4 persen menjadi Rp934 miliar yang merupakan 21,70 persen dari total pendapatan berulang pada semester I/2019 dibandingkan dengan 23,90 persen pada semester I/2018.

Seperti yang dilaporkan, pendapatan pengembangan properti pada semester I/2019 turun 37,70 persen menjadi Rp991 miliar dari Rp1.590 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Bisnis ini memberi kontribusi sebesar 18,70 persen dari total pendapatan pada semester I/2019 dibandingkan dengan 29,80 persen pada semester I/2018. Divisi Urban Development membukukan pendapatan Rp643 miliar pada semester I/2019 dibandingkan dengan Rp 1.123 miliar setahun yang  lalu. Sementara itu, divisi large scale integrated development LPKR membukukan pendapatan sebesar Rp348 miliar pada semester I/2019 dibandingkan dengan Rp467 miliar setahun yang lalu.

LPKR membukukan laba bruto yang lebih rendah yaitu Rp2 pada semester I/2019 dibandingkan dengan Rp2,4 triliun pada semester I/2018 terutama karena laba bruto sektor properti yang lebih rendah sebesar Rp271 miliar yang merupakan penurunan sebesar 70 persen dibandingkan dengan Rp913 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Sementara itu, laba bruto bisnis healthcare mencatat pertumbuhan yang sehat sebesar 26,3 persen yoy menjadi Rp1,10 triliun pada semester I/2019 dari Rp869 miliar setahun yang lalu.”

John Riady, CEO LPKR, mengatakan bahwa pada kuartal kedua 2019, Lippo Karawaci terus menunjukkan kemajuan dalam rencana transformasi.

Penawaran umum terbatas telah dimulai, penjualan saham rumah sakit Myanmar telah selesai dan pengurangan utang telah berjalan.

“Semuanya adalah inisiatif-inisiatif yang merupakan komitmen kami untuk diselesaikan bagi para investor kami. Pascapenyelesaian penawaran umum terbatas pada kuartal II/2019 yang telah berhasil, telah membawa pembaruan atas kepercayaan pasar serta peningkatan peringkat kredit perseroan oleh S&P dan Fitch,” katanya.

Hal ini, tutur John, memvalidasi lebih lanjut atas eksekusi perseroan pada rencana transformasi strategis untuk memperkuat neraca serta meningkatkan likuiditas perseroan.

“Kami berharap bahwa pada semester II/2019, pasar properti akan mulai membaik yang didorong oleh terpilihnya kembali Presiden serta kebijakan yang kondusif terhadap pasar properti bersamaan dengan pemangkasan suku bunga."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lippo karawaci, lpkr, john riady

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top