Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Saham dan Obligasi Negara Emerging Market Tak Bergairah

Pasar negara berkembang dalam investasi saham dan obligasi pada Agustus tahun ini tak bergairah bahkan dibandingkan dengan Agustus tahun lalu.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 29 Agustus 2014  |  16:46 WIB
Bursa emerging markets.  - Reuters
Bursa emerging markets. - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON—Pasar negara berkembang dalam investasi saham dan obligasi pada Agustus tahun ini tak bergairah bahkan dibandingkan dengan Agustus tahun lalu.

Berdasarkan laporan bulanan Institute of International Finance (IIF), pasar negara berkembang (emerging market)hanya meraih US$9 miliar pada Agustus, di bawah rata-rata selama 3 bulan terakhir.

Arus masuk ke pasar utang sangat rendah dan penerbitan obligasi turun setengah dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu pada investasi portofolio ke pasar negara berkembang.

Charles Collyns, Kepala Ekonom IIF, mengatakan jeda musiman biasa pasti memberikan kontribusi terhadap kelemahan. Perlambatan tajam, lanjutnya, terjadi pada aliran portofolio pada Agustus.

"Ini bisa menandai awal dari sebuah periode kekhawatiran bagi investor global terhadap emerging markets," katanya dikutip dari Reuters, Jumat (29/8/2014).

Investasi portofolio ke pasar negara berkembang pada bulan lalu mencetak yang tertinggi sekitar US$ 44 miliar, dan mencapai US$36 miliar pada bulan Juni menurut data yang dilansir IIF.

IIF menyatakan banyak penurunan Agustus ini didorong oleh arus keluar dari muncul Eropa dan Afrika, meskipun arus masuk ke Asia dan Amerika Latin juga jatuh.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emerging market pasar obligasi pasar saham

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top