Bisnis.com, JAKARTA —Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada perdagangan Kamis (28/8/2025). Ke mana arah pergerakan rupiah jelang akhir pekan ini?
Melansir data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 0,09% ke Rp16.352,50 per dolar AS pada perdagangan kemarin. Pelemahan rupiah terjadi saat dolar AS melemah 0,02% ke level 98,21.
Pengamat forex Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berisiko terdepresiasi ke level Rp16.340–Rp16.400 per dolar AS pada hari ini.
Sejumlah sentimen diramal bakal membayangi pergerakan rupiah pada Jumat (29/8/2025). Salah satunya, sentimen pelemahan dolar AS terjadi sejalan dengan keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menggandakan tarif impor dari India hingga 50%.
Selain itu, Ibrahim menerangkan, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina juga menjadi sentimen lainnya. Belum lagi, ketegangan antara Donald Trump dan The Fed telah menimbulkan kekhawatiran tentang otonomi bank sentral AS itu.
“Di saat yang sama, pesan dovish Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole yang mengisyaratkan bahwa kondisi ekonomi AS saat ini mungkin membenarkan penurunan suku bunga,” kata Ibrahim, Kamis (28/8/2025).
Baca Juga
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai, pasar merespons positif terhadap aksi demonstrasi yang terjadi hari ini di Gedung DPR/MPR RI Jakarta. Adapun sejumlah tuntutan utama yang akan disuarakan antara lain menolak upah yang murah, hingga menaikkan upah minimum tahun 2026.