Bisnis.com, JAKARTA – Harga sejumlah aset kripto seperti Bitcoin melorot seiring dengan ancang-ancang penandatanganan perintah penerapan tarif 25% pada impor mobil oleh Presiden AS Donald Trump hari ini, Rabu (2/4/2025). Kebijakan tarif impor Trump itu dinilai semakin memperluas perang dagang.
Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin menyentuh level US$85.897 per koin pada perdagangan hari ini, Rabu (2/4/2025), turun 2,04% dalam sepekan jelang bergulirnya kebijakan tarif Trump. Harga Bitcoin pun turun 8,07% dalam sebulan.
Kemudian, harga Ethereum mencapai level US$1.883 per koin pada perdagangan hari ini, turun 7,7% dalam sepekan dan turun 20,65% dalam sebulan.
Chief Economist & Global Strategist ADM Investor Services International Marc Ostwald menilai harga kripto mengalami penurunan seiring dengan kebijakan tarif Trump karena semakin berkorelasi dengan aset tradisional seperti saham dan obligasi, yang terdampak oleh ketidakpastian ekonomi makro.
Tarif atau biaya tambahan yang dikenakan AS pada impor dari negara lain membuat Wall Street khawatir tentang resesi global. Investor kripto kemudian menjauhi aset kripto, yang dianggap relatif berisiko.
“Ini semua tentang risk appetite pasar yang terus memburuk, dan untuk sementara waktu mendorong jurang pemisah antara aset kripto dan emas, yang terus menjadi aset safe haven pilihan,” kata Marc Ostwald dilansir dari Coindesk pada Rabu (2/4/2025).
Baca Juga
Saat sistem keuangan dan perdagangan global menjadi lebih terfragmentasi, investor mencari alternatif untuk aset yang lebih berisiko. Sementara, untuk saat ini, investor berarti beralih ke emas, yang naik hingga 18% sepanjang 2025.
Investment Manager Xapo Bank Gadi Chait juga menilai investor Bitcoin telah bersiap untuk pengumuman kebijakan Trump. "Jadi, penurunan harga bukanlah hal yang mengejutkan,” katanya dilansir Forbes.
Dia menjelaskan bahwa ketidakpastian memicu kehati-hatian di semua pasar, dan kripto mengalami ketegangan antara spekulasi jangka pendek, perubahan kebijakan yang bergerak lambat, dan kemunduran investor institusional.
Ketika kekhawatiran inflasi yang didorong oleh ketidakpastian tarif meningkat, kripto menderita dalam jangka pendek.
Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin pun telah diperdagangkan dalam kisaran yang luas antara US$76.600 per koin hingga US$94.500 per koin. "Jika harga turun drastis di bawah US$76.600 , itu dapat menandakan perubahan signifikan dalam sentimen pasar," tutur Gadi.