Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Deretan Emiten Buyback Saham Triliunan: ADRO, KLBF, BBRI, GOTO

Sederet emiten melakukan aksi buyback saham senilai triliunan rupiah, seperti ADRO, KLBF, BBRI, hingga GOTO.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (20/3/2024). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) hingga PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumumkan akan menggelar aksi pembelian kembali (buyback) saham senilai triliunan rupiah.

Tim Riset MNC Sekuritas menjelaskan, buyback saham adalah aksi korporasi yang dilakukan perusahaan berupa pembelian kembali saham yang telah beredar di publik.

Adapun, buyback saham diperlukan agar jumlah kepemilikan saham publik dalam perusahaan tersebut akan semakin berkurang sehingga likuiditasnya dapat tetap terjaga.  

"Ada beberapa tujuan buyback saham, antara lain untuk mengembangkan rasio keuangan, mempersiapkan cadangan modal serta antisipasi penurunan harga saham," tulis Tim Riset MNC Sekuritas dikutip Sabtu (18/5/2024).

Dia menuturkan perusahaan di pasar modal seringkali menjadikan peningkatan rasio keuangan sebagai alasan untuk perusahaan melakukan buyback saham. Hal ini juga berkaitan dengan penurunan jumlah saham yang beredar dari banyaknya buyback. 

Artinya, makin sedikit saham di pasaran, maka rasio earning per share (EPR) juga akan semakin meningkat. Tujuan buyback saham lainnya adalah untuk mempersiapkan cadangan modal. 

Tim Analis RHB Sekuritas menambahkan perusahaan publik yang sudah memutuskan untuk melakukan buyback, biasanya akan mengumumkan bahwa jajaran direksinya sudah memberikan kuasa untuk melakukan repurchase atau buyback. 

Bersamaan dengan pengumuman buyback tersebut, akan disebutkan juga dengan detail berapa banyak uang yang akan dialokasikan untuk membeli saham atau jumlah saham yang ingin dibeli. 

"Tujuan utama dilakukannya buyback saham adalah untuk meningkatkan harga saham. Pada situasi di mana jajaran direksi merasa jika saham perusahaan sekarang ini sedang undervalued atau harganya terlalu rendah di pasar saham, maka akan diambil tindakan untuk melakukan pembelian kembali saham-saham dari para investor," tulis Tim Analis RHB Sekuritas.

Berikut Deretan Emiten yang Buyback Saham Triliunan

1. PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO)

Emiten batu bara yang dinakhodai Garibaldi 'Boy' Thohir, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mengumumkan aksi pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp4 triliun pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Rabu (15/5/2024).

"Periode pembelian kembali saham ADRO sesuai POJK 29/2023 akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu 12 bulan terhitung setelah persetujuan RUPST, yaitu sejak tanggal 16 Mei 2024," ujar Boy Thohir dalam RUPS. Adapun harga saham ADRO parkir di level Rp2.880 per saham pada Jumat (17/5).

Berdasarkan catatan Bisnis, ADRO telah beberapa kali melakukan buyback sejak 2021, dalam 4 kali masa perpanjangan dengan periode terakhir 16 September 2022-16 Desember 2022.

Pada periode tersebut, ADRO telah melakukan pembelian kembali saham sebesar 1 miliar lembar saham atau 3,13% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Pada 2023, ADRO kembali melakukan pembelian kembali saham sejak 15 Februari 2023 hingga 15 Mei 2023, sebesar 68.247.100 lembar saham atau 0,21% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Namun, ADRO melakukan penghentian pembelian kembali saham tersebut. 

Kemudian pada 11 Mei 2023, ADRO mendapat persetujuan para pemegang saham untuk melanjutkan pembelian kembali saham.  Untuk periode ini, hingga per 31 Maret 2024, ADRO telah melakukan pembelian kembali saham sebesar 159.048.200 saham atau 0,50% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh. 

Dengan demikian, jumlah saham yang telah dilakukan pembelian kembali per 31 Maret 2024 adalah sebesar 1.227.296.100 saham atau 3,84% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

2. PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF)

Emiten farmasi, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) akan melakukan pembelian saham kembali atau buyback saham senilai maksimal Rp1 triliun dengan harga maksimal Rp1.600 per saham.  

Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy mengatakan KLBF juga akan melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp1 triliun dengan harga maksimal Rp1.600 per lembar. Sementara itu, harga terakhir saham KLBF di level Rp1.500 per saham pada Jumat (17/5).

“Kami lakukan buyback melihat harga saham agak turun, tapi fundamental perusahaan cukup baik. Kami optimis bisa tumbuh dengan baik dari sisi penjualan dan laba,” kata Kartika, Kamis (16/5/2024). 

Buyback akan dilakukan dalam periode 16 Mei 2024 hingga 15 Mei 2025. KLBF akan menggunakan pendanaan internal untuk melakukan buyback. Sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku, rentang waktu pelaksanaan buyback adalah 12 bulan setelah tanggal persetujuan RUPS.

3. PT Bank Rakyat indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang digelar pada 13 Maret 2023 telah menyepakati pembelian saham kembali atau buyback yang akan dilakukan BRI dengan nilai Rp1,5 triliun. 

Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan resmi pada Rabu (1/5/2024), mengatakan pihaknya melakukan buyback untuk memberikan sinyal bahwa kondisi perusahaan jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang dipersepsikan pasar.  

Buyback saham senilai Rp1,5 triliun itu akan digelar BRI baik secara bertahap maupun sekaligus, dan diselesaikan paling lambat 18 bulan setelah tanggal RUPST 2023. Saham hasil buyback tahun ini digunakan untuk pelaksanaan program kepemilikan saham baik untuk pekerja maupun direksi. 

Adapun, jumlah nilai seluruh buyback 2023 berasal dari kas internal perseroan. Program kepemilikan saham pekerja dialokasikan dalam bentuk employee stock allocation yang akan diberikan berdasarkan capaian kinerja.

Deretan Emiten Buyback Saham Triliunan: ADRO, KLBF, BBRI, GOTO

4. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP)

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menyepakati pengalihan izin usaha tambang batu bara, serta rencana pembelian kembali saham perseroan atau buyback.  

Corporate Secretary Indocement Dani Handajani menuturkan bahwa rapat menyetujui pengalihan izin usaha pertambangan batu bara milik perseroan, kepada entitas anak usahanya yakni PT Makmur Abadi Perkasa Mandiri. 

Sementara itu, RUPSLB juga menyetujui buyback saham perseroan dengan biaya sebanyak-banyaknya Rp895 miliar mulai dari 15 Mei 2024 hingga 31 Desember 2024.

“Aksi korporasi ini dilakukan karena saham perseroan saat ini sedang undervalued, dan pembelian saham kembali dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan memperbaiki persepsi pasar,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (14/5/2024). 

5. PT Avia Avian Tbk. (AVIA)

Emiten cat terafiliasi konglomerat Hermanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk. (AVIA) masih dalam proses pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback). 

Head of Investor Relation Avia Avian Andreas Timothy Hadikrisno menyampaikan proses buyback saham AVIA dimulai sejak akhir Desember tahun lalu, setelah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 7 Desember 2023.

"Program share buyback akan terus berlanjut dan untuk program ini AVIA menyiapkan dana sebesar Rp1 triliun," papar Andreas dalam siaran pers, Rabu (10/1/2024). 

Jumlah maksimal saham yang dibeli kembali sebanyak 1,425 miliar lembar saham, atau sekitar 2,3% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan perseroan. Selain itu, persentase aktivitas share buyback yang dilakukan AVIA tidak mendominasi dari total transaksi pasar saham AVIA.

7. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Terakhir, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Maret 2024 mengumumkan akan melakukan buyback saham dengan dana sebesar US$200 juta atau sekitar Rp3,1 triliun (kurs US$1 = Rp15.500). 

Adapun, yang mendorong GOTO melakukan aksi tersebut adalah hasil kinerja keuangan yang telah mencapai level profitability dengan pencapaian EBITDA yang disesuaikan Rp77 miliar pada kuartal IV/2023. 

“Rencana ini mencakup inisiatif pembelian kembali saham (share buyback) sebanyak banyaknya US$ 200 juta di mana realisasi akan tergantung pada persetujuan pemegang saham dan regulator,” tulis manajemen, Selasa (19/3/2024).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper