Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hasil Lelang SBSN Senin (6/5/2024), Pemerintah Kantongi Rp7,02 Triliun

Pemerintah kantongi Rp7,02 triliun dari hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Senin (6/5/2024).
Pemerintah kantongi Rp7,02 triliun dari hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Senin (6/5/2024). Bisnis/Abdullah Azzam
Pemerintah kantongi Rp7,02 triliun dari hasil lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Senin (6/5/2024). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) telah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Senin (6/5/2024). Nominal yang dimenangkan sebesar Rp7,02 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024.

Adapun, SBSN yang dilelang hari ini sebanyak 7 seri yang terdiri dari 2 Surat Perbendaharaan Negara-Syariah (SPN-S) dan 5 Project Based Sukuk (PBS). Adapun, total penawaran yang masuk sebesar Rp15,99 triliun.

"Total penawaran masuk sebesar Rp15,99 triliun, sedangkan total nominal yang dimenangkan dari tujuh seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp7,02 triliun," tulis DJPPR Kemenkeu Senin, (6/5/2024).

Secara terperinci, seri SPN-S yang dilelang yaitu SPNS18112024 dan SPNS02022025 dengan tingkat kupon diskonto dan jatuh tempo masing-masing pada 18 November 2024 dan 2 Februari 2025. Seri SPN-S tersebut memiliki alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 75% dari seluruh lelang yang dimenangkan.

Sementara itu, seri Project Based Sukuk yang akan dilelang ditawarkan dalam 5 seri yakni PBS032, PBS030, PBS004, PBS038 dan PBSG001.

Tenor Project Based Sukuk yang ditawarkan pun beragam mulai dari 2 tahun hingga 25 tahun, dan tingkat kupon mulai dari 4,87% sampai 6,87%. Seri PBS memiliki alokasi pembelian non-kompetitif maksimal 30% dari seluruh lelang yang dimenangkan.

Seri PBS038 yang jatuh tempo 15 Desember 2049 dengan tingkat kupon 6,87% mendapatkan penawaran tertinggi dari investor sebesar Rp3,57 triliun, sedangkan nominal yang dimenangkan sebesar Rp3,2 triliun.

Penawaran tertinggi kedua jatuh pada PBS032 sebesar Rp2,69 triliun, tingkat kupon 4,87% dan jatuh tempo pada 2026. Diikuti seri PBSG001 sebesar Rp2,52 triliun, tingkat kuponnya 6,62% dan jatuh tempo pada 2029.

Sementara itu, seri SPNS18112024 dan SPNS02022025 mendapatkan penawaran masuk masing-masing Rp2,1 triliun dan Rp4,15 triliun. Keduanya memiliki tingkat kupon diskonto.

Perlu diketahui, lelang SBSN dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).

DJPPR Kemenkeu mengatakan, pada prinsipnya, semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui dealer utama yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper