Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp15.633, Katalis Data Ekonomi AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah ke Rp15.633 pada Jumat (15/3/2024), jelang rilis data ekonomi AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah ke Rp15.633 pada Jumat (15/3/2024), jelang rilis data ekonomi AS. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah ke Rp15.633 pada Jumat (15/3/2024), jelang rilis data ekonomi AS. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp15.633 di hadapan dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (15/3/2024). Mata uang Asia terpantau bervariasi, namun dolar AS perkasa pagi ini.

Mengacu data Bloomberg pukul 09.10 WIB, mata uang rupiah dibuka melemah 0,34% atau 53 poin ke level Rp15.633 per dolar AS. Sementara itu, indeks mata uang Negeri Paman Sam terpantau naik 0,10% ke posisi 103,46.

Adapun, mata uang kawasan Asia lainnya terpantau melemah terhadap dolar AS pagi ini. Misalnya, yen Jepang melemah 0,11%, dolar Singapura turun 0,13%, yuan China terkoreksi 0,03%, ringgit Malaysia ambles 039%, dan baht Thailand melemah 0,13%.

Sementara itu, mata uang Asia yang masih kebal terhadap dolar AS yaitu dolar Hongkong naik 0,02%, dan rupee India naik 0,04%.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pembacaan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang kuat membuat fokus pasar beralih ke pembacaan inflasi Indeks Harga Produsen (PPI) AS dan penjualan ritel, yang dirilis pada Kamis (14/3). Keduanya diperkirakan akan menjadi faktor dalam pandangan The Fed soal suku bunga.

"Data tersebut juga muncul sebelum pertemuan The Fed minggu depan, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dan memberi sinyal tidak ada rencana segera untuk mulai melonggarkan kebijakan," ujar Ibrahim dalam riset, dikutip Jumat (15/3/2024).

Di lain sisi, inflasi Jepang yang lebih tinggi adalah dua pertimbangan terbesar bagi Bank of Japan (BoJ) untuk mulai mengurangi suku bunga negatif dan kebijakan pengendalian kurva imbal hasil (YCC).

Ibrahim mengatakan, BOJ akan mengadakan pertemuan pekan depan, dengan laporan menunjukkan bahwa diakhirinya suku bunga negatif dan YCC dapat dilakukan pada saat itu atau pada pertemuan April 2024. Tanda-tanda ketahanan perekonomian Jepang baru-baru ini juga semakin memperkuat ekspektasi BOJ yang tidak terlalu dovish.

Sementara itu di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan survei konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Februari 2024 menurun. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2024 berada di level 123,1, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 125.

"Sementara itu, untuk perdagangan hari ini, Jumat [15/3] mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah tipis direntang  Rp15.550-Rp15.620," pungkas Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper