Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ETF Bitcoin Disetujui Otoritas Bursa Amerika, Ketua SEC Beri Peringatan Mengejutkan untuk Investor

Otoritas pasar modal Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), mengingatkan investor untuk berhati-hati terhadap ETF berbasis kripto.
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Warga beraktivitas di dekat logo mata uang kripto di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas keuangan atau Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat mengingatkan investor kripto untuk waspada meski Bitcoin telah disetujui sebagai ETF.

ETF adalah reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan di Bursa Efek.

Seperti diketahui, SEC untuk pertama kalinya menyetujui ETF beralaskan Bitcoin pada Kamis (11/1/2024). Persetujuan ini digembar-gemborkan sebagai peristiwa penting bagi sektor aset digital senilai sekitar US$1,7 triliun.

SEC menyetujui investor jumbo seperti BlackRock, Invesco, hingga Fidelity untuk membentuk ETF.

Persetujuan ini menjadi fenomenal karena SEC dalam 10 tahun terakhir menentang pembentukan ETF berbasis aset kripto. ETF bitcoin pertama kali diusulkan oleh Tyler dan Cameron Winklevoss pada 2013.

“Meskipun kami menyetujui pencatatan dan perdagangan saham spot Bitcoin ETF tertentu hari ini, kami tidak menyetujui atau mendukung Bitcoin,” kata Ketua SEC Gary Gensler dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Bloomberg, Kamis (11/1/2024).

Gary mengingatkan investor harus tetap berhati-hati terhadap berbagai risiko yang terkait dengan Bitcoin dan produk turunannya (ETF). Termasuk produk kripto lainnya.

Seperti diketahui, persetujuan ETF Bitcoin kali ini juga ditopang keputusan pengadilan. Keputusan penting ini diambil setelah Grayscale Investments meraih kemenangan penting atas SEC. Pengadilan banding federal membatalkan penolakan SEC atas permohonan Grayscale untuk menjadikan Bitcoin alas ETF. Pengadilan menyebut penolakan tersebut 'sewenang-wenang dan berubah-ubah' setelah komisi gagal menjelaskan perlakuan berbeda terhadap produk serupa yakni Produk Berjangka Bitcoin. Produk terkait Bitcoin berjangka itu disetujui pada tahun 2021.

Kekalahan SEC terhadap Grayscale adalah salah satu alasan mengapa SEC menyetujui permohonan tersebut, kata Gensler dalam pernyataan hari Selasa.

“Berdasarkan keadaan ini dan hal-hal yang dibahas lebih lengkap dalam perintah persetujuan, saya rasa jalan ke depan yang paling berkelanjutan adalah dengan menyetujui pencatatan dan perdagangan saham spot Bitcoin ETP ini,” kata Gensler.

Bitcoin kembali naik menuju rekor tertinggi meski masih jauh di bawah harga puncaknya pada 2021. Bitcoin secara singkat telah mencapai level US$47.000 dari US$30.000. Penyebabnya, ETF memungkinkan investor untuk mendapatkan paparan token melalui perdagangan pasar modal yang telah dikenal selama ini.

“Persetujuan tersebut berarti bahwa investor ritel dan institusi sekarang memiliki kemampuan untuk mendiversifikasi portofolio mereka dengan eksposur kripto tanpa khawatir tentang masalah rumit dalam penyimpanan,” kata Campbell Harvey, profesor keuangan di Duke University.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggara Pernando
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper