Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dihantam Sentimen The Fed dan Ketegangan Laut Merah, Harga Minyak Mentah Melemah

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Januari 2024 melemah -0,71% atau -0,51 poin menjadi US$70,92 per barel pada pukul 17.33 WIB.
Kilang minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) Amuay di Kompleks Kilang Paraguana di Punto Fijo, Negara Bagian Falcon, Venezuela, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023./Bloomberg
Kilang minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) Amuay di Kompleks Kilang Paraguana di Punto Fijo, Negara Bagian Falcon, Venezuela, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023./Bloomberg

Bisnis.comJAKARTA - Harga minyak telah menurun di bahwa US$76 per barel di London lantaran para pedagang mempertimbangkan prospek bank sentral Amerika Serikat (AS) yang menentang pemangkasan suku bunga agresif dan risiko pengiriman yang meningkat di Laut Merah. 

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (18/12/2023), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak Januari 2024 melemah -0,71% atau -0,51 poin menjadi US$70,92 per barel pada pukul 17.33 WIB.    

Sementara itu, harga minyak Brent kontrak Februari 2024 juga melemah -0,60% atau -0,46 poin ke US$76,09 per barel pada pukul 17.34 WIB.

Otoritas Terusan Suez Mesir mengikuti dengan cermat ketegangan di wilayah tersebut, setelah AS mengatakan pihaknya menembak jatuh 14 drone yang diluncurkan dari wilayah Yaman, yang dikuasai Houthi Iran.

Jalur pelayaran utama kemudian beralih dari wilayah tersebut, sementara beberapa perusahaan tanker bersikeras agar kapal-kapal mereka diizinkan untuk menghindari Laut Merah.

Minyak mentah sendiri telah menurun lebih dari 20% dari level tertinggi pada akhir September 2023, dan pada tahun ini telah menurun sebesar 10% di tengah melonjaknya pasokan minyak serpih (shale oil) AS dan keraguan atas pemangkasan produksi OPEC+.

Perubahan prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) juga membuat harga fluktuatif, dengan para pejabat-pejabat The Fed mengurangi harapan pemangkasan agresif tahun depan.

Kemudian, hedge fund saat kini juga paling tidak bullish dibandingkan data pada 2011, meskipun analis Wall Street menilai ada peluang harga untuk pulih pada 2024. 

Kepala penelitian komoditas dan karbon di Westpac Banking Corp, Robert Rennie, juga mengungkapkan bahwa fokus utama tetap pada pasokan, dengan  produksi minyak mentah AS mencapai rekor baru di akhir 2023. 

“Tidak pasti apakah peningkatan ketegangan di Laut Merah akan berdampak pada pasokan. pengaruh yang signifikan terhadap harga minyak, meskipun biaya logistik dan pengiriman akan meningkat,” jelas Rennie. 

Adapun, Goldman Sachs Group Inc, memangkas kisaran perkiraannya untuk minyak mentah Brent pada 2024 sebesar US$10 per barel menjadi US$70-US$90 per barel. 

Bank ini juga meningkatkan perkiraan pertumbuhan pasokan minyak AS menjadi 900.000 barel per hari (bph) dari sebelumnya yang sebanyak 500.000 bph. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper