Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bali Towerindo (BALI) Targetkan Pendapatan Rp1,1 Triliun pada 2023

PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) menargetkan pendapatan Rp1,1 triliun pada 2023, naik 11,4 persen dari realisasi pada 2022.
PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) menargetkan pendapatan Rp1,1 triliun pada 2023, naik 11,4 persen dari realisasi pada 2022. /balitower.co.id
PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) menargetkan pendapatan Rp1,1 triliun pada 2023, naik 11,4 persen dari realisasi pada 2022. /balitower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten penyedia infrastruktur menara telekomunikasi, PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) menargetkan pendapatan Rp1,1 triliun pada 2023. Target pendapatan tersebut naik 11,4 persen year on year (yoy) dari realisasi pada 2022 senilai Rp987,37 miliar.

Direktur BALI Robby Hermanto menyampaikan pada 2023, perseroan menargetkan pendapatan Rp1 triliun-Rp1,1 triliun dengan EBITDA Margin di kisaran 68 persen-69 persen.

"Target pendapatan tersebut sejalan dengan rencana penambahan Menara MCP sekitar 250 unit dan penambahan jaringan Fiber to the Home dan Fiber to the Building (FTTX) 50.000 unit home-passed," jelasnya dalam paparan publik, Rabu (31/5/2023).

Home-passed merupakan jaringan fiber optik yang melalui rumah-rumah pelanggan. Untuk mendukung target dan ekspansi perseroan, BALI mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp700 miliar. Robby menambahkan, perseroan fokus kepada ekspansi organik sehingga belum merencanakan aksi akuisisi aset tower.

Secara umum segmen usaha Bali Towerindo terbagi menjadi dua, yaitu selular dan non-selular. Bisnis selular mencakup penyewaaan menara, penyewaan transmisi/ bandwidth, O&M termasuk listrik, dan back-up power.

Di segmen non-selular, bisnis BALI mencakup FTTX ritel dan korporasi, yakni broadband internet, pay TV, dedicated broadband internet, metro ethernet/ local loop, dan data center.

"Keunggulan kami di bisnis selular ialah penyedia menara terbesar di Bali, dan penyedia MCP terbesar di Jakarta," jelasnya.

Selain itu, semua menara BALI sudah tersambung fiber dan/atau microwave, serta mampu mengakomodir perkembangan teknologi 4G/5G sesuai kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, di bisis non-selular BALI menawarkan carrier grade service dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah. Perseroan juga mengandalkan network eksistting sehingga penggunaan capex lebih rendah dan roll-out lebih cepat. BALI pun menyediakan tim operasi dan customer service 24 jam penuh.

"Sesuai dengan strategi kami pengembangan roadmap ke depan selalu fokus efisiensi capex dan operasional. Jadi di kota yang kami exist selular, kami masuk non selularnya biar bisa efisien," ujarnya.

Dia menyampaikan pada 2022 perseroan berhasil mempertahankan rasio kolokasi menara telekomunikasi melalui teknik penjualan dan pemasaran yang terarah dan berfokus pada pengembangan hubungan jangka panjang. Segmen usaha menara dan jaringan masih menjadi penopang utama pendapat usaha perseroan.

Terkait bisnis data center, Robby menjelaskan, BALI sudah mengoperasikan data center sejak sebelum pandemi Covid-19. Hal itu merupakan salah satu strategi transformasi digital BALI.

"Selain dijual, data center tersebut juga memenuhi kebutuhan ekosistem digital BALI. Kamis optimistis kebutuhan data center ke depan akan melonjak sehingga kami berencana mengembangkan lebih lanjut," katanya.

Di samping data center, manajemen BALI juga optimistis dengan perkembangan bisnis CCTV dengan kebutuhan pengolahan dana analistikal. Saat ini, perseroan sudah melakukan ekspansi bisnsi CCTV di sejumlah kota/kabupaten di Jawa dan Bali.

Dari sisi kinerja pada 2022, perseroan tercatat memiliki jumlah menara 2.649 unit. Peningkatan kapasitas menara yang semuanya telah terintegrasi dengan jaringan transmisi,baik berupa kabel serat optik maupun antena microwave berkapasitas tinggi tersebut mendorong pertumbuhan jumlah pelanggan, menjadi total 2.041 penyewa menara beserta jaringannya. Adapun, kinerja pemakaian data mencapai 482.312 Mbps.

Di sisi lain, produk FTTX juga mampu menghasilkan kinerja positif segmen usaha Komunikasi Data, Internet dan Televisi Kabel. Jumlah home-passed meningkat menjadi 208.083 unit.

Perseroan juga melakukan sejumlah upaya dalam meningkatkan jumlah pelanggan dengan komposisi 52.803 pelanggan residensial dan 1.030 pelanggan korporasi serta lembaga Pemerintah.

Per kuartal I/2023, BALI mengoperasikan 2.649 menara dengan jumlah penyewa 2.029 unit. Pemakaian data pelanggan terpantau meningkat menjadi 485.730 Mbps.

Sementara itu, FTTX home-passed bertambah menjadi 210.724 unit, FTTX pelanggan residensial juga naik menjadi 52.884 unit, serta pelanggan korporasi dan lembaga pemerintah 1.048 unit.

Dari sisi kinerja keuangan, BALI mencatatkan pendapatan Rp234,51 miliar per kuartal I/2023. Adapun, sejak 2019 kenaikan pendapatan rata-rata tahunan (CAGR) mencapai 17 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper