Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bali Towerindo (BALI) Mau Rambah Bisnis Data Center

Bali Towerindo Sentra (BALI) saat ini masih memiliki kapasitas lebih data center yang dapat ditawarkan ke pelanggan.
salah satu menara telekomunikasi yang dikelola oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk./balitower.co.id
salah satu menara telekomunikasi yang dikelola oleh PT Bali Towerindo Sentra Tbk./balitower.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten menara telekomunikasi PT Bali Towerindo Sentra Tbk. (BALI) berencana melebarkan sayap ke bisnis data center.

Manajemen BALI menyebut sejak 2018, perseroan sudah menyediakan layanan CCTV dan ruang server di data center atau pusat data, sebagai nilai tambah layanan. Adapun data center yang digunakan awalnya adalah sebuah network operating center (NOC) bagi kegiatan operasional usaha penyewaan menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik.

Pemasangan CCTV pun selalu dilakukan di atas menara telekomunikasi BALI dan jaringan yang sudah terbangun. Saat ini perseroan bermaksud mengembangkan usaha data center dan CCTV tersebut.

“Alasan yang menjadi pertimbangan utama adalah untuk mengoptimalkan utilisasi atas jaringan fiber optik, menara telekomunikasi dan data center yang telah terbangun,” kata manajemen BALI dalam keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (5/1/2022).

Manajemen BALI menjelaskan saat ini data center perseroan masih memiliki kapasitas lebih yang dapat ditawarkan ke pelanggan. Demikian juga halnya dengan menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik terbangun saat ini, yang dapat menampung lebih banyak CCTV untuk disewakan ke pelanggan.

Manajemen BALI menilai kebutuhan pelanggan untuk layanan CCTV dan ruang server di cata center masih akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi, sehingga prospek usahanya sangat baik. Ke depan, BALI pun perlu melengkapi layanannya dalam rangka mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. 

“Penambahan kegiatan usaha yang diajukan oleh perseroan adalah pengembangan usaha dalam ruang lingkup yang masih selaras dengan bidang usaha eksisting,” jelas manajemen.

BALI memprediksi akan memperoleh tambahan pendapatan atas penambahan kegiatan usaha data center di masa mendatang berkisar antara 1 persen hingga 2 persen.

Sesuai dengan ketentuan POJK 17, penambahan kegiatan usaha ini perlu mendapat persetujuan pemegang saham. BALI menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 Ferbruari 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper