Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTPP Kantongi Nilai Carry Over Proyek hingga Rp40 Triliun

PTPP telah menerima Rp18,23 triliun dari pembayaran termin pada 2022.
Aktivitas proyek konstruksi gedung bertingkat yang dikerjakan PT PP (Persero) Tbk. di Jakarta, Rabu (16/2/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Aktivitas proyek konstruksi gedung bertingkat yang dikerjakan PT PP (Persero) Tbk. di Jakarta, Rabu (16/2/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) telah memperoleh termin atau pembayaran dari proyek sebesar Rp18,23 triliun dan nilai carry over hingga Rp40 triliun. 

Direktur PTPP Agus Purbianto mengatakan perseroan telah menerima Rp18,23 triliun dari pembayaran termin pada 2022. Selain itu, PTPP juga masih memiliki piutang sekitar Rp40 triliun dari proyek yang belum diproduksi.

“Termin tergantung produksi. Kalau ngomong terkait dengan yang carry over kita masih punya sekitar Rp40 triliun yang belum diproduksi,” ujar Agus usai konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Lebih lanjut, dia mengatakan dana Rp18,23 triliun tersebut akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek. Namun, dia enggan merinci proyek apa saja yang akan didorong pengerjaannya pada 2023.

Adapun untuk menjaga arus kas agar tetap positif, PTPP akan menghindari proyek-proyek yang berpotensi terjadi refinancing. Kemudian, PTPP akan mengutamakan proyek yang bersumber dari BUMN dan APBN.

“BUMN dan APBN yang mana itu punya kira-kira porsi 70 persen dan swasta pun kita juga lihat dari aspek likuiditasnya,” tuturnya.

Dalam proyek untuk pihak swasta, PTPP akan melihat sumber pendanaan dari proyek tersebut, Namun, proyek dari swasta lebih banyak dilakukan oleh anak usaha, yakni PT PP Presisi Tbk. (PPRE) khususnya untuk proyek infrastruktur tambang dan pendukung lainnya.

Berikutnya PTPP akan melakukan optimalisasi pada penggunaan non-cashflow apabila terjadi suatu missmatch dari penerimaan termin untuk proyek. Selain itu, dari aspek kontrak PTPP akan memperbaiki kontrak agar pembayaran yang diperoleh dapat tepat waktu.

“Tentunya dari aspek kontraktual juga kita perbaiki bagaimana mengikat ini supaya on time atau di kerja ini bisa on time dalam merilis hak kita berupa pencairan,” jelasnya.

PTPP telah memperoleh kontrak baru hingga Rp31 triliun sepanjang 2022. Beberapa proyek yang disorot oleh PTPP adalah Terminal kalibaru, Vale Paket Bahodopi, Tol Probowangi, Pipeline Semarang Batang, dan Proyek Patimban.

Terminal Kalibaru Tahap 1 B Pelabuhan Tanjung Priok mendapat kontrak baru dengan nilai kontrak sebesar Rp3,8 triliun, Vale Paket Bahodopi senilai Rp2,5 triliun, Tol Probowangi senilai Rp2 triliun, Pipeline Semarang Batang senilai Rp1,06 triliun, Proyek Patimban Phase 2 senilai Rp823 miliar.

PTPP juga memiliki beberapa proyek untuk pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Setidaknya PTPP tercatat memiliki nilai kontrak hingga Rp1,47 triliun untuk proyek di IKN.

Secara rinci, nilai kontrak untuk KKT Toll Road Kariangau-Tempadung mencapai Rp687,75 miliar, Sisi Barat Jalan Sumbu Kebangsaan senilai Rp423,77 miliar, Pembangunan Awal Wilayah Inti Pemerintah Pusat Tahap II senilai Rp280,13 miliar, dan Pembangunan Awal Wilayah Inti Pemerintah Pusat Tahap I senilai Rp83,19 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper