Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pacu Batu Bara Premium, Adaro Minerals (ADMR) Alokasi Capex Rp1,3 Triliun

Adaro Minerals (ADMR) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun-Rp1,35 trililiun untuk menambah produksi batu bara metalurgi kalori tinggi.
Adaro Minerals (ADMR) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun-Rp1,35 trililiun untuk menambah produksi batu bara metalurgi kalori tinggi.
Adaro Minerals (ADMR) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun-Rp1,35 trililiun untuk menambah produksi batu bara metalurgi kalori tinggi.

Bisnis.com, JAKARTA – Grup Adaro, PT Adaro Minerals Tbk. (ADMR) mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun-Rp1,35 trililiun untuk pengembangan bisnis batu bara metalurgi.

Investor Relation ADMR Danuta Komar menyampaikan tahun ini ADMR akan merogoh kocek untuk belanja modal atau capex sebesar US$70 juta – US$90 juta untuk segmen batu bara metalurgi. Dengan estimasi kurs Rp15.000 per dolar AS, alokasi capex setara dengan Rp1 triliun-Rp1,35 triliun.

“Anggaran belanja modal ini belum termasuk belanja modal untuk smelter aluminium. Perusahaan memperkirakan pencapaian financial close proyek ini pada semester I/2023 dan akan membuat pengumuman lebih lanjut mengenai porsi ekuitas di kemudian hari,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (15/2/2023).

Sebelumnya, ADMR diketahui akan menyiapkan capex hingga US$1,1 miliar atau setara engan Rp16,3 triliun apabila memasukkan pengembangan smelter aluminium dalam hitungan.

Terkait dengan smelter aluminium tersebut, pada 2022 ADMR juga telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Hyundai Motor Company untuk produksi dan suplai aluminium, dan penandatanganan Perjanjian Penyertaan Saham Bersyarat, melalui perusahaan anak, untuk proyek smelter aluminium.

ADMR juga akan meningkatkan target penjualan batu bara metalurgi tahun ini mencapai 4,3 juta ton, dibandingkan dengan pada 2022 mencapai 3,2 juta ton.

ADMR meningkatkan target volume penjualannya pada 2023 menjadi 3,8-4,3 juta ton. Jumlah tersebut naik dari capaian volume penjualan batu bara 2022 yang tercatat 3,20 juta ton.

Volume penjualan batu bara pada 2022 sendiri terpantau naik 39 persen dibandingkan dengan capaian penjualan pada 2021 sebanyak 2,30 juta ton.

“ADMR akan meningkatkan volume penjualannya, didukung oleh kuatnya permintaan pelanggan, sesuai dengan target jangka menengah sebesar 6 juta ton per tahun,” ungkap Danuta Komar.

Adapun, produksi ADMR pada sepanjang 2022 mencapai 3,37 juta ton atau setara dengan kenaikan 47 persen dari 2,30 juta ton pada 2021.

“Volume produksi ini melampaui panduan yang berkisar 2,8 ton sampai 3,3 juta ton,” imbuh Danuta.

Selain itu, ADMR juga menargetkan overburden removal atau nisbah kupas 3,8 kali pada 2023. Peningkatan nisbah kupas ini karena kegiatan penambangan di PT Lahai Coal akan dimulai kembali dan PT Lahai Coal memiliki nisbah kupas yang lebih tinggi dari PT Maruwai Coal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper