Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikuti Mayoritas Mata Uang Asia, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Perkasa terhadap Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (24/11/2022), seiring dengan pelemahan indeks dolar As.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 24 November 2022  |  09:26 WIB
Ikuti Mayoritas Mata Uang Asia, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Perkasa terhadap Dolar AS
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (24/11/2022), seiring dengan pelemahan indeks dolar As.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah dibuka menguat 41,5 poin atau naik 0,26 persen sehingga berada di posisi Rp15.645 per dolar AS. Sementara itu, Indeks dolar AS terpantau melemah 0,24 persen atau turun 0,25 poin ke 105,77.

Sementara itu, mayoritas mata uang lain di kawasan Asia juga terpantau menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Won Korea Selatan memimpin kenaikan dengan penguatan 1,24 persen. Kemudian disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,85 persen, dan yen Jepang menguat 0,57 persen.

Peso Filipina juga menguat 0,28 persen dan yuan China terpantau naik 0,27 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS bergerak stabil pada perdagangan kemarin Rabu karena investor meredam selera risiko mereka menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve.

Pertemuan tersebut dapat memberikan petunjuk tentang prospek inflasi dan suku bunga, serta meningkatnya kasus Covid-19 di China.

The Fed pada Rabu akan merilis risalah dari pertemuan terbarunya, dengan investor mencari tanda-tanda diskusi seputar laju kenaikan suku bunga yang lebih moderat. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga dengan tingkat kenaikan yang lebih kecil di masa depan.

Sementara itu, dari dalam negeri Bank Indonesia terus melakukan bauran strategi ekonomi, untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. BI juga terus melakukan intervensi besar di pasar valuta asing, obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), walaupun berimbas terhadap menurunnya cadangan devisa .

"Namun apa yang dilakukan oleh BI sudah sesuai dengan regulasi yang bertujuan untuk menahan pelemahan mata uang rupiah imbas kenaikan inflasi global," kata Ibrahim dalam risetnya, Rabu (23/11/2022).

Adapun untuk perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.670—Rp15.740.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rupiah dolar as Kebijakan The Fed Inflasi
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top