Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Lanjutkan Reli Penguatan, Dolar AS Kenapa Melemah?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (5/10/2022).
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 05 Oktober 2022  |  09:30 WIB
Rupiah Lanjutkan Reli Penguatan, Dolar AS Kenapa Melemah?
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (4/10/2022). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (5/10/2022).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, nilai tukar rupiah dibuka menguat 55 poin atau 0,36 persen sehingga parkir di posisi Rp15.247 per dolar AS. Indeks dolar AS terpantau naik 0,26 persen atau 0,29 poin ke level 110,35.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia terpantau dibuka menguat di hadapan dolar AS. Mata uang rupee India naik 0,44 persen, dolar Taiwan naik 0,34 persen, won Korea Selatan naik 0,34 persen, yuan Cina naik 0,13 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,10 persen.

Beberapa mata uang kawasan Asia yang terpantau melemah terhadap dolar AS pada pembukaan hari ini adalah dolar Singapura turun 0,04 persen, baht Thailand turun 0,13 persen, dan peso Filipina turun 0,11 persen.

Analis pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpeluang menguat dengan adanya konsolidasi pada dolar AS sebagai dampak dari pelemahan data ekonomi AS. Survei aktivitas manufaktur AS bulan September yang menunjukan penurunan beberapa waktu lalu memicu adanya ekspektasi bank sentral AS alias The Fed mempertimbangkan tidak menaikan suku bunga acuan.

“Ekspektasi ini terlihat dari menurunnya tingkat imbal hasil obligasi AS terutama tenor 10 tahun dari kisaran tertinggi 4 persen ke kisaran 3,6 persen,” ujar Ariston kepada Bisnis pada Rabu (5/10/2022).

Di sisi lain, pasar khawatir dengan adanya perlambatan perekonomian dalam negeri akibat kenaikan inflasi dan suku bunga yang dapat menahan penguatan rupiah.

Ariston menyebut rupiah berpeluang menguat ke kisaran Rp15.200 dengan potensi resisten di kisaran Rp15.280.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Kebijakan The Fed
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top