Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.247 saat Dolar AS Melemah

Rupiah ditutup menguat ke Rp15.247 per dolar AS saat greenback melemah, tetapi masih berisiko terkoreksi esok hari.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 04 Oktober 2022  |  15:22 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.247 saat Dolar AS Melemah
Pegawai merapikan uang Rupiah di kantor cabang BNI, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (4/10/2022) ke Rp15.247,5 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, rupiah menguat 55 poin atau 0,36 persen ke Rp15.247,5 per dolar AS. Sedangkan, indeks dolar AS melemah 0,5 persen ke 111,18.

Bersama dengan rupiah, sejumlah mata uang lainnya di Asia juga mengalami penguatan seperti dolar Singapura menguat 0,16 persen, dolar Taiwan menguat 0,49 persen, won Korea Selatan menguat 1,09 persen, dan peso Filipina menguat 0,52 persen.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan sore ini rupiah menguat disebabkan data eksternal yang kuat terutama pajak untuk pengusaha yang disahkan Parlemen Inggris ini menandakan bahwa reformasi terjadi besar-besaran di Inggris.

"Ini terjadi walaupun PDB Inggris pada kuartal III/2022 tidak terjadi kontraksi di 0,2 persen, artinya Inggris dalam kondisi aman walaupun inflasinya 10 persen," kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Selasa (4/10/2022).

Selain itu, ada pula anggapan Bank of England (BoE) masih akan menaikkan suku bunga. Eropa juga mencatatkan inflasi 10 persen, ini mengindikasikan Bank sentral Eropa kemungkinan besar akan melakukan pengetatan secara agresif, dan membuat indeks dolar AS melemah.

Secara internal, tentang inflasi dalam negeri yang tidak sesuai ekspektasi ekonom di 1,2 persen tapi nyatanya hanya 1,17 persen. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah dan bank Indonesia bekerja sama bahu membahu dalam strategi ekonomi untuk menangani kenaikan inflasi.

"Ini yang membuat rupiah kembali mengalami penguatan," imbuhnya.

Namun, Ibrahim memprediksikan bisa saja besok rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan bisa 50-60bps. Artinya, rupiah bisa melemah ke arah Rp15.300-Rp15.310 per dolar AS.

"Ini harus diperhatikan bahwa efek dari Inggris hanya sementara dan kemungkinan indeks dolar AS masih akan menguat karena The Fed juga akan melanjutkan pertemuan membahas kenaikan suku bunga 75 bps, dan inflasi Amerika per September 8,5 persen yang akan membuat dolar kembali ke 116," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah USD/IDR Rupiah dolar as
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top